Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Pusat Catat Kenaikan Minat Properti Tertinggi, Pencari Rumah Makin Perhitungkan Waktu Tempuh

📅 Minggu, 20 Sep 2026, 21:45 WIB | Oleh:
Jakarta Pusat Catat Kenaikan Minat Properti Tertinggi, Pencari Rumah Makin Perhitungkan Waktu Tempuh Doc: Flash Report September 2026 by Rumah123
Ket. Grafik: Perubahan proporsi popularitas pencarian properti secara tahun demi tahun (YoY).

JAKARTA — Minat pencari properti di sejumlah wilayah Jabodetabek menunjukkan perubahan seiring semakin banyak konsumen yang mempertimbangkan aspek lokasi, harga, dan waktu tempuh dalam memilih hunian. Berdasarkan laporan Flash Report September 2026 dari Rumah123, Jakarta Pusat mencatat kenaikan proporsi popularitas pencarian properti secara tahunan tertinggi di Indonesia, yakni sebesar 0,9 persen.

Kenaikan proporsi popularitas pencarian juga tercatat di Bogor sebesar 0,3 persen, serta Bekasi, Batam, dan Jakarta Utara yang masing-masing mencatat kenaikan 0,2 persen. Sebaliknya, Depok mengalami penurunan proporsi popularitas pencarian terbesar secara tahunan, yakni 0,5 persen, diikuti oleh Semarang dan Jakarta Timur yang masing-masing turun 0,4 persen. Indikator popularitas lokasi tersebut menggambarkan perubahan porsi ketertarikan pencari properti terhadap suatu wilayah dibandingkan wilayah lain pada periode yang sama. Data ini tidak secara langsung menunjukkan jumlah transaksi, melainkan menjadi indikator pergeseran perhatian pencari properti terhadap suatu kawasan.

Head of Market Research Rumah123, Marisa Jaya, mengatakan bahwa perubahan minat tersebut menunjukkan konsumen mulai memperhitungkan nilai hunian secara lebih luas, termasuk efisiensi waktu dan biaya mobilitas.

“Pencari properti saat ini semakin menghitung nilai waktu. Mereka tidak hanya bertanya apakah harga rumahnya sesuai kemampuan, tetapi juga apakah lokasi tersebut membuat rutinitas sehari-hari lebih efisien. Waktu tempuh, akses terhadap tempat kerja dan fasilitas keluarga, serta biaya mobilitas menjadi pertimbangan yang makin nyata dalam proses memilih hunian,” ujar Marisa dalam keterangannya pada hari Kamis (17/9).

Pada pergerakan bulanan, Bogor mencatat kenaikan proporsi popularitas pencarian terbesar di Jabodetabek sebesar 0,2 persen, disusul Jakarta Barat dan Bekasi yang masing-masing mengalami kenaikan 0,1 persen. Sementara itu, penurunan proporsi popularitas pencarian secara bulanan tercatat paling besar di Bandung Barat sebesar 0,7 persen, Denpasar 0,6 persen, dan Karawang 0,4 persen. Menurut Marisa, perubahan tersebut tidak serta-merta menunjukkan kawasan penyangga kehilangan daya tarik, karena faktor akses, fasilitas, dan harga tetap menjadi pertimbangan utama konsumen.

“Yang dicari konsumen bukan semata-mata pusat kota atau pinggiran kota. Mereka mencari lokasi yang paling sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Dalam konteks ini, rumah sekunder yang lebih compact, apartemen, atau properti yang membutuhkan renovasi di lokasi strategis dapat menjadi alternatif yang relevan bagi sebagian pencari rumah,” tambahnya.

Dari sisi harga, pasar rumah sekunder nasional masih menunjukkan pertumbuhan yang terbatas, yakni tumbuh 0,8 persen secara tahunan pada Agustus 2026, sementara secara bulanan turun 0,1 persen. Di Jabodetabek, Bogor mencatat pertumbuhan harga rumah sekunder tahunan tertinggi sebesar 3,2 persen, disusul Bekasi 1,9 persen, Depok 0,4 persen, dan Jakarta 0,2 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa perubahan minat pencarian tidak selalu berjalan searah dengan pertumbuhan harga. Jakarta Pusat, misalnya, mencatat kenaikan popularitas pencarian tertinggi secara tahunan, tetapi pertumbuhan harga rumah sekunder di Jakarta secara keseluruhan hanya tercatat 0,2 persen.

Secara nasional, perbedaan pergerakan harga juga terlihat antarkota. Makassar mencatat pertumbuhan harga rumah sekunder tertinggi secara tahunan sebesar 9,5 persen, diikuti Medan 8,9 persen dan Denpasar 7,4 persen, yang ketiganya berada di atas rata-rata nasional. VP of Marketing Rumah123, Firman Pamungkas, mengatakan bahwa perbedaan tersebut menunjukkan pasar properti Indonesia bergerak dengan karakter yang unik di setiap kota.

“Pasar properti Indonesia tidak bergerak serempak. Minat pencarian, harga, serta pasokan dapat bergerak berbeda di setiap kota. Jakarta Pusat yang memimpin pertumbuhan perhatian pencari properti menunjukkan kuatnya nilai lokasi di area inti, sementara pertumbuhan harga tertinggi di Makassar, Medan, dan Denpasar menunjukkan bahwa fundamental pasar lokal tetap menjadi penggerak utama,” ujar Firman.

Meskipun 11 dari 13 kota yang masuk dalam indeks mencatat kenaikan harga secara tahunan pada Agustus 2026, delapan di antaranya justru mengalami penurunan harga secara bulanan. Dari sisi volume, Tangerang masih mendominasi porsi pencarian properti terbesar pada Agustus 2026 yakni 14,6 persen, diikuti Jakarta Selatan sebesar 13 persen dan Jakarta Barat 10,4 persen. Di sisi lain, pertumbuhan harga rumah sekunder nasional sebesar 0,8 persen secara tahunan masih berada di bawah angka inflasi yang tercatat sebesar 3,2 persen.

Dengan volume suplai rumah sekunder yang relatif stagnan secara tahunan, pencari properti kini memiliki lebih banyak faktor untuk dibandingkan sebelum menentukan pilihan. Firman mengingatkan para pelaku industri untuk membaca kebutuhan pasar secara lebih lokal dan spesifik, mengingat konsumen semakin kritis dalam menilai konsekuensi nyata dari setiap pilihan lokasi dan mobilitas hunian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Luar Negeri
Petani Gaza Garap Pertanian...
Luar Negeri
Denmark-AS Sepakat Pakta Ke...
Advertisement
Pakar Kebencanaan Ungkap “Megathrust” Bagian dari Zona Subduksi

Pakar Kebencanaan Ungkap “Megathrust” Bagian dari Zona Subduksi

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.