Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim Ahli Ungkap Dugaan Jebolnya Danau Glasial di Balik Banjir Dahsyat Nepal-Tibet

2 Kamis, 27 Agu 2026, 17:40 WIB | Oleh:

Salah satu kemungkinan yang turut diteliti adalah banjir akibat jebolnya danau glasial atau Glacial Lake Outburst Flood (GLOF). Fenomena ini terjadi ketika penghalang alami yang menahan air lelehan gletser runtuh secara tiba-tiba sehingga air dalam jumlah besar mengalir menuju wilayah yang lebih rendah.

Ahli gletser dari University of the Sunshine Coast, Adrian McCallum, menduga GLOF mungkin memiliki peran dalam bencana tersebut. Menurutnya, air yang berada di dalam maupun di bawah gletser dapat tiba-tiba terlepas dan menghasilkan aliran besar di lembah.

“Namun menurut saya, satu-satunya alasan mengapa sejumlah besar air tiba-tiba mengalir deras di sebuah lembah adalah karena air tersebut telah dilepaskan,” kata McCallum.

Meski demikian, sejumlah ahli belum menemukan bukti adanya danau glasial di sekitar lokasi runtuhan. Mereka memperkirakan air yang terakumulasi di bawah gletser mungkin ikut terbawa ketika bongkahan es dan material pegunungan runtuh.

Kemungkinan lain adalah runtuhan gletser sempat membendung aliran sungai. Air yang terkumpul di belakang bendungan alami tersebut kemudian dapat terlepas secara tiba-tiba ketika material es dan batu yang menahannya kembali runtuh.

Kondisi lingkungan juga diduga memperbesar dampak bencana. Pencairan gletser selama musim panas dan curah hujan monsun membuat debit sungai telah meningkat, sementara material berupa lumpur dan puing menambah volume aliran saat bergerak beberapa kilometer dari titik runtuhan.

Pihak berwenang Nepal menerima laporan mengenai banjir sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Mereka kemudian memperingatkan masyarakat di sepanjang Sungai Bhote Khoshi untuk tetap waspada dan segera berada di lokasi yang aman.

Namun, belum diketahui secara pasti berapa banyak warga yang menerima peringatan tersebut dan seberapa banyak waktu yang tersedia untuk menyelamatkan diri. Situasi tersebut menjadi tantangan besar karena banjir akibat runtuhan gletser dapat bergerak sangat cepat dan sulit diprediksi.

McCallum memperingatkan bahwa masyarakat yang tinggal di bawah gletser besar atau kawasan yang berpotensi terdampak GLOF menghadapi risiko serius. Kondisi tersebut membuat pemantauan gletser, sistem peringatan dini, dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi semakin penting untuk mengurangi korban ketika bencana serupa terjadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Megapolitan
Kaum Muda Harus Unggul dala...
Megapolitan
Pecinta Alam Jakarta Ajak K...

Bangun Persaudaraan dalam Keberagaman

43 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Bangun Persaudaraan dalam K...

Warga Mengembangkan Warteg hingga ke luar Negeri

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Warga Mengembangkan Warteg ...
Luar Negeri
Empat Negara Quad Kompak Kr...
Luar Negeri
FBI Tuding Kelompok Korea U...
Rona
Sangat Perlu Regenerasi Par...
Advertisement
Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.