Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Pemerintah Perkuat Pembelajaran Adaptif Hadapi Bencana

28 Rabu, 26 Agu 2026, 01:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Perkuat Pembelajaran Adaptif Hadapi Bencana Pemerintah Perkuat Pembelajaran Adaptif Hadapi Bencana Doc: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Ket. Seorang warga berada di reruntuhan rumah di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

JAKARTA - Pemerintah diminta membangun mekanisme pembelajaran yang adaptif di sejumlah wilayah guna menjamin keberlangsungan pendidikan di tengah ancaman bencana alam yang melanda saat ini.

Indonesia adalah negara yang berada di kawasan rawan bencana sehingga sistem pendidikan harus bisa beradaptasi dengan kondisi-kondisi yang tak terduga itu dan bukan hanya reaksi sesaat.

“Pembangunan sistem pendidikan yang responsif terhadap ancaman bencana harus diwujudkan,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan rentetan bencana alam yang melanda Indonesia dalam sepekan terakhir, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan hingga gempa bumi dahsyat di Nusa Tenggara Timur, kembali menguji ketahanan sektor pendidikan nasional.

Maka dari itu, pemerintah perlu segera menjawab tantangan teknis pembelajaran darurat di tengah kondisi pasca bencana.

Dengan begitu, menurut Rerie, kegiatan belajar dan mengajar tetap berlangsung guna memastikan hak anak tidak terlupakan di tengah krisis.

Menurut dia, data yang ada saat ini menunjukkan urgensi untuk menghadirkan mekanisme pembelajaran yang adaptif dalam merespons tantangan yang beragam.

Rerie menyampaikan bahwa Peta Risiko Bencana BNPB 2023 mencatat terdapat lebih dari 70.000 satuan pendidikan dari PAUD hingga SMA/SMK yang berada di wilayah berpotensi bencana dengan risiko bahaya sedang hingga tinggi.

Bahkan, UNICEF menempatkan Indonesia dalam 50 negara dengan anak-anak paling berisiko terdampak perubahan iklim dan degradasi lingkungan.

Korban Gempa NTT

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 103 jiwa. “Ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini catatan kami,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers terkait penanganan gempa di NTT yang diikuti secara daring dari Jakarta, Selasa (25/8).

Diketahui sebelumnya sejak gempa terjadi di NTT pada 15 Agustus 2026 hingga Senin (24/8) lalu, jumlah korban adalah sebanyak 100 jiwa. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ada Apa? Menlu Singapura Rela Terbang Mendadak Demi Temui Prabowo di Hambalang

Ada Apa? Menlu Singapura Rela Terbang Mendadak Demi Temui Prabowo di Hambalang

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.