Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertanggungjawaban APBD 2025, Bupati Bangka Tengah Soroti WTP dan TPP ASN

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 01:34 WIB | Oleh:
Pertanggungjawaban APBD 2025, Bupati Bangka Tengah Soroti WTP dan TPP ASN Doc: ANTARA/Ahmadi
Ket. Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman (tengah).

KOBA - Bupati Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung Algafry Rahman mengatakan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 telah dilaksanakan sesuai regulasi dan prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.

"Tata kelola keuangan sudah sesuai regulasi dan akuntabel, kita bahas bersama-sama dengan teman-teman DPRD sudah menyepakati serta menyetujuinya," kata Algafry usai rapat paripurna Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di Koba, Bangka Tengah, Senin.

Menurut dia, raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi bukti bahwa tata kelola keuangan daerah telah berjalan secara akuntabel dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Hasil WTP ini merupakan kerja bersama kami dengan DPRD. Ini menjadi pemantik bahwa pelaksanaan dan tata kelola keuangan sudah berjalan secara akuntabel dan sesuai regulasinya," ujarnya.

Selain membahas pertanggungjawaban APBD 2025, Algafry juga menyinggung tambahan penghasilan pegawai (TPP) aparatur sipil negara (ASN). 

Menurut dia, pemerintah daerah pada prinsipnya menginginkan kenaikan nominal TPP, namun kebijakan tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

"Soal TPP tentu keinginan kami adalah menaikkan nominalnya, jangan hanya dilihat dari sisi kami ingin menurunkannya," katanya.

Ia mengatakan kebijakan mengenai TPP harus mempertimbangkan kondisi neraca keuangan daerah sehingga keseimbangan fiskal tetap terjaga.

"Jadi sifatnya tentatif, bisa naik dan bisa turun," ujarnya.

Algafry menambahkan kondisi keuangan daerah pada 2026 akan dievaluasi lebih rinci dalam pembahasan APBD Perubahan sebagai dasar penentuan kebijakan fiskal ke depan.

"Nanti pembahasan di APBD Perubahan, baru bisa kita lihat kondisinya," kata Algafry.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.