Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meta Resmi Ubah Aturan Facebook dan Instagram: Batas 2 Jam hingga Mode Malam

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 17:25 WIB | Oleh:
Meta Resmi Ubah Aturan Facebook dan Instagram: Batas 2 Jam hingga Mode Malam Doc: MacRumors
Ket. Meta menyiapkan perubahan besar pada fitur keamanan anak di Facebook dan Instagram sebagai bagian dari kesepakatan penyelesaian dengan hampir seluruh negara bagian di Amerika Serikat. Jika kesepakatan tersebut disetujui, pengguna berusia di bawah 18 tahun akan mendapatkan sejumlah pembatasan baru untuk meningkatkan keamanan.

JAKARTA – Meta menyiapkan perubahan besar pada fitur keamanan anak di Facebook dan Instagram sebagai bagian dari kesepakatan penyelesaian dengan hampir seluruh negara bagian di Amerika Serikat. Jika kesepakatan tersebut disetujui, pengguna berusia di bawah 18 tahun akan mendapatkan sejumlah pembatasan baru untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi penggunaan media sosial secara berlebihan.

Salah satu perubahan utama adalah penerapan batas waktu penggunaan selama dua jam setiap hari untuk Facebook dan Instagram. Batas tersebut berlaku secara kumulatif untuk kedua aplikasi dan orang tua tetap memiliki opsi untuk mengubah pengaturan sesuai kebutuhan.

Meta juga akan menerapkan Mode Malam bagi pengguna remaja. Melalui fitur ini, pengguna berusia di bawah 18 tahun akan diblokir untuk memposting maupun melihat konten antara pukul 00.00 hingga 06.00.

Selain itu, tersedia Mode Sekolah yang dirancang untuk mengurangi gangguan selama jam belajar. Notifikasi Facebook dan Instagram akan dinonaktifkan pada pukul 08.00 hingga 15.00 sehingga aktivitas media sosial tidak terlalu mengganggu waktu sekolah.

Meta juga akan memperbarui sistem pemberitahuan penggunaan layar bagi remaja. Pengguna akan menerima notifikasi setiap 15 menit selama penggunaan secara terus-menerus, serta mendapatkan peringatan ketika waktu penggunaan harian mencapai 60 menit dan 90 menit.

Pada sisi konten, remaja akan memperoleh opsi untuk menggunakan umpan non-algoritma. Pengaturan tersebut memungkinkan mereka melihat konten tanpa personalisasi berdasarkan sistem rekomendasi Instagram dan Facebook, sementara orang tua dapat mewajibkan penggunaan umpan tersebut.

Kontrol terhadap video juga akan diperketat melalui opsi untuk menonaktifkan fitur putar otomatis. Sama seperti pengaturan umpan, orang tua dapat mewajibkan remaja mematikan fitur tersebut agar pengalaman menggunakan aplikasi menjadi lebih terkendali.

Meta juga berencana menyembunyikan jumlah suka dan reaksi pada unggahan dari pengguna remaja secara default. Perusahaan turut membatasi akses terhadap filter kosmetik dan riasan ekstrem yang dinilai kurang sesuai untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.

Dalam hal verifikasi usia, Meta akan memperkuat teknologi yang digunakan untuk mendeteksi akun yang kemungkinan dimiliki pengguna berusia di bawah 13 tahun. Sistem tersebut juga akan digunakan untuk mengidentifikasi akun remaja berusia 13 hingga 17 tahun agar mereka mendapatkan pengalaman yang memang dirancang khusus bagi kelompok usia tersebut.

Pengawasan orang tua turut diperluas melalui sejumlah fitur baru. Orang tua nantinya dapat menerima pemberitahuan ketika seorang remaja menautkan akun kedua atau berinteraksi dengan akun yang dianggap mencurigakan, serta memperoleh pembaruan berkala mengenai aktivitas penggunaan media sosial anak.

Namun, terdapat pengecualian untuk fitur pesan langsung atau direct message. Pesan langsung tidak akan dihitung dalam batas waktu dua jam dan juga tidak terkena pembatasan Mode Malam maupun Mode Sekolah.

Selain perubahan fitur, Meta juga menyatakan akan membayar sekitar 18 miliar dolar AS kepada negara-negara bagian untuk mendanai berbagai inisiatif keselamatan daring bagi kaum muda. Pembayaran tersebut akan dilakukan selama 10 tahun dan nilainya masih jauh di bawah pendapatan bersih Meta yang mencapai 60,5 miliar dolar AS pada 2025.

Dari total pembayaran tersebut, Meta akan menahan sekitar 5,3 miliar dolar AS dengan syarat TikTok dan YouTube turut menerapkan langkah-langkah perlindungan serupa. Jika kedua platform tersebut mengikuti kebijakan yang diminta, Meta mengatakan batas penggunaan dapat diperketat menjadi satu jam per hari untuk masing-masing aplikasi.

Perubahan juga akan mencakup perluasan Mode Malam menjadi pukul 22.00 hingga 07.00. Meta ingin TikTok dan YouTube menerapkan batas penggunaan satu jam, fitur Mode Malam, serta sistem verifikasi usia yang lebih kuat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Luar Negeri
KBRI Riyadh: Tidak Ada WNI ...

Rinso dan OTHMAN Hadirkan Koleksi Fashion Bertema Noda

47 menit yang lalu | Paundra Zakirulloh

Rona
Rinso dan OTHMAN Hadirkan K...

Menekraf: PPh Royalti Buku Dipangkas Jadi 1,5 Persen

52 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menekraf: PPh Royalti Buku ...

40 Rumah Hanyut Diterjang Banjir Bandang

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
40 Rumah Hanyut Diterjang B...

Mendag Ajak Anak Muda Berbisnis Waralaba

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Mendag Ajak Anak Muda Berbi...
Megapolitan
IQAir: Indeks Kualitas Udar...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.