Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guterres Dorong Dewan Keamanan PBB Lebih Representatif

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Guterres Dorong Dewan Keamanan PBB Lebih Representatif Doc: istimewa
Ket. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres

New York - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan reformasi Dewan Keamanan PBB semakin mendesak seiring perubahan keseimbangan kekuatan global.

Dalam wawancara dengan Financial Times, Guterres menyoroti kesenjangan antara struktur Dewan Keamanan PBB saat ini dan realitas geopolitik dunia. Menurut dia, lembaga tersebut perlu beradaptasi agar tetap efektif dalam menangani berbagai konflik dan krisis internasional.

Dewan Keamanan PBB saat ini terdiri atas 15 negara anggota, dengan lima anggota tetap yang memiliki hak veto, yakni Amerika Serikat, Tiongkok, Russia, Inggris, dan Prancis.

Kritik terhadap komposisi Dewan Keamanan PBB semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait terbatasnya keterwakilan negara-negara berkembang dan kawasan Global South.

Guterres sebelumnya juga mendukung upaya menjadikan Dewan Keamanan PBB lebih representatif terhadap kondisi dunia saat ini. Ia menilai semakin sulit untuk membenarkan tidak adanya negara Afrika yang memiliki status sebagai anggota tetap.

Salah satu hambatan terbesar dalam reformasi Dewan Keamanan PBB adalah hak veto yang dimiliki lima anggota tetap.

Hak veto memungkinkan satu anggota tetap menggagalkan resolusi Dewan Keamanan meskipun mayoritas anggota mendukungnya. Mekanisme tersebut berulang kali menyebabkan kebuntuan dalam pembahasan sejumlah konflik internasional besar.

Perselisihan terkait Ukraina, Iran, dan berbagai konflik lainnya kembali menyoroti keterbatasan Dewan Keamanan PBB dalam merespons krisis internasional secara kolektif.

Guterres memperingatkan bahwa lembaga tersebut berisiko semakin mengalami kebuntuan jika gagal beradaptasi dengan dunia multipolar yang terus berubah.

Dorongan reformasi juga disuarakan sejumlah negara yang menginginkan keterwakilan lebih besar dalam pengambilan keputusan global.

India, misalnya, telah lama menyerukan perluasan keanggotaan Dewan Keamanan PBB. India menilai struktur Dewan Keamanan saat ini masih berakar pada realitas geopolitik tahun 1945, bukan kondisi dunia pada abad ke-21.

Pernyataan terbaru Guterres semakin memperkuat seruan untuk membangun sistem internasional yang lebih inklusif dan representatif.

Seiring kekuatan global yang semakin tersebar di antara lebih banyak negara dan kawasan, reformasi Dewan Keamanan PBB diperkirakan tetap menjadi salah satu isu utama dalam agenda PBB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.
    Preview komentar:
    swasambada gula juga tidak kalah pentingnya dari swasembada ...
  • Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi yang sering berinteraksi dengan sektor distribusi ...
  • Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini memberikan perspektif baru yang ...
Megapolitan
Sistem Tabela Memodernisasi...

Baru Dibahas, Tarif Parkir Tak Naik

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Baru Dibahas, Tarif Parkir ...

Aksi Sampaikan Aspirasi Hak Konstitusional Warga

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Nasional
Aksi Sampaikan Aspirasi Hak...
Megapolitan
Pasien Rehabilitasi Narkoba...
Nasional
Modifikasi Cuaca OIKN Berha...
Megapolitan
Karya Kreatif Indonesia Cuk...
"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

26 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.