Cek Kesehatan Gratis 2025: 71,4 Persen Siswa Kota Bogor Berkebugaran Rendah
📅 Kamis, 27 Agu 2026, 00:20 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mengungkapkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 menunjukkan sebanyak 71,4 persen siswa di daerah itu memiliki tingkat kebugaran rendah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Erna Nuraena di Kota Bogor, Rabu, mengatakan hasil pemeriksaan juga menunjukkan sebanyak 70,65 persen siswa kurang melakukan aktivitas fisik.
"Temuan dari Cek Kesehatan Gratis menjadi dasar dalam menentukan intervensi kesehatan di sekolah," kata Erna.
Selain persoalan kebugaran dan aktivitas fisik, CKG menemukan sejumlah kondisi kesehatan yang perlu mendapat perhatian, yakni karies gigi sebesar 48,79 persen, hipertensi dan pra-hipertensi 24,22 persen, serta anemia 16,87 persen.
Kemudian, gangguan gula darah ditemukan pada 10,08 persen siswa, gizi lebih dan obesitas 8,24 persen, serta gizi kurang atau buruk sebesar 8,21 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Erna, hasil pemeriksaan juga menemukan gangguan penglihatan dan pendengaran, paparan asap rokok pasif, hingga indikasi gangguan kesehatan jiwa yang perlu ditindaklanjuti.
Pemkot Bogor, kata dia, menjadikan hasil pemetaan tersebut sebagai dasar pelaksanaan sejumlah intervensi, salah satunya melalui Aksi Bergizi yang berfokus pada pencegahan anemia, peningkatan aktivitas fisik, dan pembiasaan sarapan bergizi seimbang.
Pada 2026, Pemkot Bogor menargetkan CKG menjangkau 227.045 siswa kelas 1 hingga kelas 12 yang tersebar di 701 sekolah dan madrasah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jumlah tersebut terdiri atas 351 SD/MI, 175 SMP/MTs, serta 175 SMA/SMK/MA. Hingga 14 Agustus 2026, sebanyak 65.706 siswa atau 28,9 persen dari total sasaran telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan.
Sementara realisasi CKG pada 2025 tercatat sebanyak 115.543 anak atau 61,42 persen.
Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi mengatakan pemeriksaan kesehatan sejak dini diperlukan agar gangguan kesehatan pada peserta didik dapat segera ditangani sehingga tidak menghambat tumbuh kembang maupun prestasi belajar.
"Melalui deteksi dini, gangguan kesehatan dapat segera ditangani, sehingga tidak menghambat tumbuh kembang dan prestasi belajar anak-anak," ujarnya.
Selain CKG, Pemkot Bogor menjalankan Aksi Bergizi melalui senam bersama, sarapan bergizi seimbang, edukasi kesehatan, serta pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri.
Pemkot Bogor juga menjalankan program pemberian TTD bagi remaja putri berusia 12-18 tahun di jenjang SMP dan SMA atau sederajat dengan anjuran konsumsi satu tablet setiap pekan untuk mencegah anemia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!