Muktamar NU ke-35 Pakai Kartu Cip, Akses Peserta Diperketat dan Diawasi 100 CCTV
📅 Rabu, 26 Agu 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim PenulisJombang - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengungkapkan peserta Muktamar Ke-35 NU akan menggunakan kartu khusus berbasis cip untuk mengatur akses selama mengikuti rangkaian kegiatan muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Sistem tersebut menjadi bagian dari tata kelola berbasis digital yang disiapkan panitia untuk memastikan kepesertaan terverifikasi sekaligus mencegah manipulasi akses selama pelaksanaan muktamar.
"Mulai dari kepesertaan itu semuanya sudah kita verifikasi. Model-model kepesertaan ini sudah kita siapkan. Sudah pakai cip, sudah paten, sehingga dengan demikian enggak bisa dimanipulasi," kata Sekretaris Steering Committee Muktamar Ke-35 NU Profesor Mohammad Nuh di Jombang, Selasa (24/8).
Ia menjelaskan setiap kartu peserta telah diatur berdasarkan wilayah akses. Dengan demikian, pemegang kartu hanya dapat memasuki area yang sesuai dengan kewenangannya di Arena Utama Muktamar NU.
"Setiap kartu ini ada wilayahnya. Dia boleh masuk ke mana saja di wilayah arena utama," ujarnya.
Menurut dia, penerapan kartu berbasis cip tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola Muktamar Ke-35 NU.
Sebelumnya, panitia juga melakukan verifikasi data kepesertaan untuk meminimalkan potensi sengketa terkait status peserta.
Selain sistem kartu, panitia menyiapkan lebih dari 100 kamera pengawas atau CCTV yang terhubung dengan pusat kendali untuk memantau aktivitas di sekitar arena muktamar.
Pemanfaatan teknologi tersebut mencakup pemantauan sejumlah lokasi, antara lain tempat persidangan, akomodasi, konsumsi, menara, hingga ruas jalan di sekitar arena Muktamar Ke-35 NU.
Panitia berharap integrasi teknologi dalam tata kelola tersebut dapat membuat penyelenggaraan muktamar lebih terukur dan terkendali serta memberikan pelayanan terbaik kepada peserta dan rombongan.
Sementara itu, bagian IT Muktamar Ke-35 NU Robin Makrufi mengatakan pemanfaatan teknologi digital ditujukan untuk memperkuat tata kelola dan pengawasan pelaksanaan muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang.
Teknologi diterapkan mulai dari verifikasi kepesertaan, penggunaan kartu berbasis cip untuk mengatur akses, hingga pemantauan aktivitas melalui lebih dari 100 kamera pengawas.
"Mulai dari kepesertaan itu semuanya sudah kita verifikasi. Mudah-mudahan tidak ada lagi dispute (sengketa). Model-model kepesertaan ini sudah kita siapkan," katanya.
Ia menambahkan kartu peserta dilengkapi cip dan memiliki pengaturan wilayah akses. Sistem tersebut memungkinkan setiap peserta memasuki area sesuai kewenangannya di Arena Utama Muktamar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!