Dieng Culture Festival 2026 Targetkan Ekonomi Warga Makin Kuat, Ini Strateginya
📅 Rabu, 26 Agu 2026, 06:47 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoBANJARNEGARA - Dieng Culture Festival (DCF) 2026 yang digelar Dataran Tinggi Dieng, Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, 28-30 Agustus 2026, ditargetkan semakin memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan pariwisata berbasis komunitas dan pelibatan pelaku UMKM lokal.
Koordinator Umum DCF Alif Faozi di Banjarnegara, Selasa, mengatakan festival tersebut menjadi ruang kolaborasi masyarakat, pemerintah, akademisi, media, dan pelaku usaha.
"Festival kami adalah festival gotong royong yang melibatkan masyarakat, sivitas akademika, media, pemerintah, hingga para pelaku usaha atau bisnis," katanya.
Ia mengatakan DCF 2026 memadukan tradisi, seni, alam, dan pemberdayaan masyarakat.
Oleh karena itu, kata dia, rangkaian kegiatan juga dirancang memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk menangkap peluang ekonomi dari meningkatnya kunjungan wisatawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bahkan, lanjut dia, tingkat keterisian penginapan di kawasan Dieng menjelang festival telah mencapai kisaran 95 persen.
Menurut dia, tingginya permintaan akomodasi menunjukkan minat wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Kalau penginapan terinformasi mungkin sudah 95 persen. Kalaupun ada yang masih kosong mungkin satu-dua, bahkan saya juga kesulitan ketika beberapa teman mencari penginapan," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, permintaan penginapan tidak hanya terkonsentrasi di Dieng Kulon, juga meluas ke Desa Karangtengah, dan sejumlah kawasan lain di sekitar Dataran Tinggi Dieng, Kecamatan Batur, Banjarnegara, termasuk ke Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.
Lebih lanjut, dia mengatakan DCF 2026 menghadirkan Ekspo UMKM di Venue Arjuna untuk memberikan ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku usaha lokal.
Selain itu, kata dia, Festival Kopi Dieng dan Jazz Atas Awan Showcase di Venue Gatotkaca yang diharapkan memperluas potensi ekonomi komoditas kopi sekaligus menguatkan daya tarik wisata.
Sementara untuk agenda utama berupa Ruwatan Anak Berambut Gimbal yang akan digelar di kompleks Candi Arjuna pada 29 Agustus, lanjut dia, untuk sementara bakal diikuti 13 anak dari berbagai wilayah di kawasan Dieng, baik Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, maupun Batang.
“Ada lebih dari 40 anak berambut gimbal yang mendaftar untuk mengikuti ritual tersebut. Setelah melalui proses kurasi, terdapat 30 anak, dan hasil penjaringan sementara hingga saat ini ada 13 anak yang dipastikan mengikuti ritual serta difasilitasi berbagai permintaannya,” kata Alif.
Dalam kesempatan terpisah, Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengatakan pemerintah daerah mendukung DCF sebagai bagian dari upaya meningkatkan ekonomi lokal, terutama masyarakat Desa Dieng Kulon.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!