Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Mendadak Atlet, Dokter Ingatkan Risiko Henti Jantung

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 16:20 WIB | Oleh:
Waspadai Mendadak Atlet, Dokter Ingatkan Risiko Henti Jantung Doc: ANTARA/Farika Nur Khotimah
Ket. Dokter jantung dan pembuluh darah dr. Rizky Aulia Fanani, Sp.JP, Subsp. Ar. (K) (kiri) dan Ketua Bidang Komunikasi Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Iwet Ramadhan (kiri ke-3) dalam konferensi pers Hari Jantung Sedunia 2026 di Jakarta, Rabu (23/9).

JAKARTA -- Ketua Panitia Hari Jantung Sedunia 2026 dr. Rizky Aulia Fanani, Sp.JP, Subsp. Ar. (K) mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan usia produktif, agar mewaspadai fenomena "mendadak atlet" seiring meningkatnya tren olahraga intensitas tinggi tanpa diimbangi pemeriksaan kondisi fisik dan tekanan darah.

Rizky, yang juga dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki), mengatakan antusiasme masyarakat mengikuti tren olahraga seperti lari jarak jauh hingga Hyrox sangat positif, namun kerap tidak dibarengi dengan pemahaman atas batas kemampuan tubuh.

"Banyak yang begitu memakai jersey, langsung merasa menjadi atlet mendadak dan tidak bisa mengukur kemampuan diri sendiri. Olahraga itu yang penting niatnya untuk bergerak, bukan harus selalu berkompetisi," kata Rizky dalam konferensi pers Hari Jantung Sedunia 2026 di Jakarta, Rabu.

Rizky menjelaskan, memaksakan diri berolahraga berat tanpa mengetahui riwayat kesehatan dapat memicu henti jantung mendadak di luar rumah sakit (out-of-hospital cardiac arrest atau OHCA), terutama jika seseorang memiliki faktor risiko tersembunyi seperti hipertensi atau gangguan irama jantung (atrial fibrilasi).

Senada dengan hal itu, Ketua Bidang Komunikasi Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Iwet Ramadhan menyoroti banyaknya pegiat olahraga high-impact yang abai terhadap pemeriksaan tensi dan skrining awal kardiovaskular.

"Banyak yang berolahraga high-impact, semua lari, semua ikut Hyrox, tapi tidak memperhatikan tensinya dan tidak memperhatikan kesehatan jantungnya, sehingga akhirnya terjadi cardiac arrest," ujar Iwet.

Guna mengikis stigma bahwa olahraga harus selalu ekstrem dan kompetitif, Perki bersama YJI akan menggelar ajang World Heart Day Run 2026 dengan rute 5 kilometer di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, pada 27 September mendatang.

Ajang lari tersebut dirancang dengan konsep non-kompetitif (non-competitive run) untuk mengedukasi publik bahwa aktivitas fisik bertujuan menyehatkan tubuh secara bertahap, bukan ajang adu cepat yang membahayakan keselamatan.

Selain lari santai, rangkaian peringatan Hari Jantung Sedunia 2026 juga akan diisi dengan pelatihan massal Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau resusitasi jantung paru bagi masyarakat awam.

"Selama ini kalau ada orang pingsan atau henti jantung di lapangan, masyarakat kerap bingung dan hanya menepuk-nepuk atau mengangkat korban secara keliru. Padahal, penanganan BHD yang tepat dan cepat pada menit-menit awal sangat menentukan peluang keselamatan korban," tutur Rizky.

Berdasarkan data medis, penyakit kardiovaskular menyerang kelompok lanjut usia, bahkan kian mengintai kelompok usia 20 hingga 45 tahun, dengan proporsi kasus tertinggi mencapai 80 persen pada laki-laki akibat kombinasi hipertensi tak terkontrol, serta kolesterol tinggi.

Masyarakat pun diimbau untuk rutin mengontrol tekanan darah dan memeriksakan diri secara berkala ke fasilitas kesehatan sebelum memutuskan mengambil porsi latihan fisik dengan beban intensitas tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Nasional
Pemerintah Bahas Upaya Perl...
Luar Negeri
Sebut Kuba 'Negara Gagal', ...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.