Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB Catat Luas Karhutla di Sumsel Turun 88 Persen dalam Tiga Tahun Terakhir

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 10:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPB Catat Luas Karhutla di Sumsel Turun 88 Persen dalam Tiga Tahun Terakhir Doc: Antara
Ket. Pengendara melintas di atas jembatan layang simpang Jakabaring yang tertutup kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (27/6/2026)

KUPANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tren penurunan luas area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan mencapai lebih dari 88 persen dalam tiga tahun terakhir.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/9), mengatakan bahwa capaian tersebut berkat efektivitas sistem peringatan dini, respons cepat Satgas, serta kolaborasi lintas sektor di lapangan.

"Penanganan karhutla di Sumsel dalam tiga tahun terakhir menunjukkan penurunan luas area terbakar yang signifikan hingga lebih dari 88 persen," kata dia.

Berton memaparkan penurunan luas area terbakar tercatat secara konsisten dari tahun 2023 seluas 264.165,68 hektare, menyusut menjadi 30.844,96 hektare pada 2024, dan kembali berkurang menjadi 11.879,56 hektare pada 2025.

Memasuki puncak musim kemarau dan fenomena El Nino 2026, BNPB bersama Satgas Karhutla Sumsel terus mengintensifkan operasi darat dan udara guna menekan sisa area terbakar yang per 30 Agustus 2026 tersisa 67,06 hektare.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan telah berhasil memadamkan 18,36 hektare lahan dan saat ini memfokuskan proses pendinginan pada sisa area seluas 48,7 hektare, khususnya di wilayah gambut tebal seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin (Muba).

Dia menambahkan bahwa untuk mendukung penanganan di lapangan, sebanyak 11.567 personel gabungan disiagakan, didukung penyaluran bantuan sarana operasional ke tujuh BPBD kabupaten/kota serta pengerahan sembilan unit armada udara untuk patroli, water bombing, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Meskipun secara umum situasi karhutla di Sumsel terkendali, BNPB mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penurunan kualitas udara akibat asap di Kota Palembang yang sempat menyentuh kategori sangat tidak sehat dengan menggunakan masker medis dan tidak membakar lahan.

"Imbas penumpukan asap sempat memicu penurunan kualitas udara. Stasiun pemantau kualitas udara Kota Palembang pada 30 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU/AQI) di angka 247 (sangat tidak sehat)," cetusnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Perubahan APBD Tahun Ini Di...
Megapolitan
Siap-siap Hadapi Bencana Hi...

Jeda Internasional Dimanfaatkan PSIM untuk Berbenah Diri

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Jeda Internasional Dimanfaa...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.