Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hingga September, Investasi KEK Capai Rp46 Triliun, Apa Dampaknya bagi Rakyat?

📅 Kamis, 22 Okt 2026, 19:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hingga September, Investasi KEK Capai Rp46 Triliun, Apa Dampaknya bagi Rakyat? Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi-Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah.

JAKARTA – Pemerintah melaporkan realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai Rp46 triliun sepanjang Januari-September 2026 dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 53.190 orang.

Capaian tersebut setara sekitar 67 persen dari target investasi KEK sepanjang 2026 sebesar Rp69,1 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/10), mengatakan, pengembangan KEK perlu terus diperkuat untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

“KEK adalah instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen melalui investasi nyata, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan produktivitas kawasan,” ujar Airlangga.

Secara kumulatif, realisasi investasi di KEK hingga 30 September 2026 mencapai Rp382,1 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 302.262 orang.

Sementara itu, dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, periode triwulan IV 2024 hingga triwulan III 2026, realisasi investasi nasional tercatat sebesar Rp3.932 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 5,4 juta orang.

Airlangga menilai KEK memiliki potensi untuk terus dikembangkan melalui penguatan sektor unggulan, peningkatan kualitas layanan, serta perluasan kapasitas usaha guna memperbesar kontribusi investasi terhadap perekonomian.

Pengembangan tersebut mencakup sejumlah sektor, antara lain kesehatan, pariwisata, industri, digital, teknologi, dan sumber daya manusia.

Di sektor kesehatan, pengembangan KEK diharapkan dapat mengurangi aliran devisa ke luar negeri melalui penyediaan layanan kesehatan berstandar internasional di dalam negeri.

“Dan ini yang bisa kita substitusi dengan KEK-KEK yang ada,” ujar Airlangga.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menambahkan, pengembangan KEK kesehatan juga berpotensi mendorong investasi di industri alat kesehatan dan farmasi serta memperkuat transfer pengetahuan dari dokter asing kepada tenaga medis Indonesia.

Pada sektor pariwisata, pengembangan kawasan diarahkan melalui kolaborasi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyelenggaraan acara, promosi, serta pengembangan wisata kebugaran atau wellness tourism dan wisata bahari.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan kesiapan kementeriannya untuk berkolaborasi dalam pengembangan enam KEK pariwisata.

Sementara itu, di sektor industri, ekspansi kawasan diharapkan dapat memperbesar kapasitas investasi dan meningkatkan daya saing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.