Krisis Pangan Haiti Segera Pecah Rekor, Lebih dari Setengah Populasi Terancam Lapar
Kamis, 29 Okt 2026, 21:52 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/Clarens Siffroy/Getty Images
MOSKOW - Jumlah warga Haiti yang menderita kerawanan pangan akut bisa meningkat hingga mencapai rekor 6,35 juta orang pada periode Maret-Juni 2027, lebih tinggi setengah juta orang lebih dibanding periode yang sama tahun ini, kata Program Pangan Dunia (WFP) PBB, Rabu (28/10).
"Berdasarkan analisis terbaru dari Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC), sebanyak 6,35 juta orang diperkirakan akan mengalami kerawanan pangan akut pada periode Maret hingga Juni 2027. Jumlah ini meningkat lebih dari setengah juta orang dibanding periode yang sama pada 2026," demikian menurut pernyataan.
WFP mengatakan peringatan yang mereka keluarkan tentang terancamnya kemajuan ketahanan pangan di Haiti kini mulai menjadi kenyataan. Peningkatan kelaparan di Haiti dipicu oleh kekerasan, ketidakstabilan ekonomi, gagal panen, pengungsian paksa, dan dampak fenomena iklim El Nino.
Badan dunia itu menyebutkan lebih dari 1,5 juta warga Haiti terpaksa meninggalkan rumah mereka. Sementara itu, penduduk yang tinggal di wilayah yang dikuasai kelompok bersenjata dan mereka yang kini tinggal di pengungsian menjadi kelompok yang paling rentan.
Sejak awal 2026, WFP bersama pemerintah Haiti telah memberikan bantuan kepada 2,6 juta orang. Pihaknya membutuhkan dana sebesar 78 juta dollar AS (sekitar Rp1,41 triliun) untuk melanjutkan operasi ini hingga Maret. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!