Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI Redam Kekhawatiran, Arus Keluar Dana Akibat MSCI Disebut Temporer

29 Kamis, 29 Okt 2026, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
BI Redam Kekhawatiran, Arus Keluar Dana Akibat MSCI Disebut Temporer BI Redam Kekhawatiran, Arus Keluar Dana Akibat MSCI Disebut Temporer Doc: ANTARA/ Rizka Khaerunnisa.
Ket. Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyampaikan materi dalam Rapimnas Kadin di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menilai dampak pengumuman MSCI mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia yang memicu arus modal keluar (outflow) hanya bersifat jangka pendek.

Ia juga meyakini perbaikan tata kelola (governance) yang terus diupayakan oleh regulator pasar modal dapat menarik kembali investor asing dalam jangka panjang.

“Kalau saya yakin, jangka panjang kita sangat punya peluang. Jadi kalau MSCI, kita melihatnya jangka pendek yang memang ada shock di situ. Dan kita berharap, tentu kalau isu-isu yang menjadi concern itu sudah di-address, tentunya dia akan bisa berbalik lagi,” kata Destry dalam acara Rapimnas Kadin di Jakarta, Kamis (29/10).

Destry meyakini fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan memiliki potensi besar untuk menarik investasi jangka panjang.

Menurut dia, pengumuman MSCI dapat menjadi momentum bagi pemangku kepentingan untuk mempercepat perbaikan pasar modal, terutama dalam aspek transparansi, tata kelola, dan regulasi.

Perbaikan tersebut dinilai penting untuk menjawab kekhawatiran investor terhadap pasar modal Indonesia.

Destry memandang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah melakukan berbagai langkah perbaikan yang diharapkan dapat memulihkan kepercayaan investor.

Pada kesempatan tersebut, ia turut menceritakan pandangan seorang analis saham yang menilai harga saham Indonesia relatif murah, dengan PER sekitar 7 kali dan level harga yang disebut telah kembali ke posisi 1993, sehingga dinilai belum mencerminkan besarnya potensi ekonomi domestik.

Destry juga mengungkapkan bahwa sejumlah investor asing masih memandang Indonesia secara positif karena potensi ekonominya yang besar. Salah satunya adalah pimpinan global sebuah bank asing besar yang menyayangkan pengumuman MSCI.

Investor tersebut, menurut dia, menilai pasar Amerika Serikat (AS) memiliki risiko tersendiri karena kapitalisasi pasar sahamnya telah mencapai sekitar 2,4 kali produk domestik bruto (PDB), dengan dominasi sektor teknologi. Sementara itu, sejumlah negara Eropa menghadapi persoalan rasio utang yang tinggi dan defisit anggaran yang lebar.

Kondisi tersebut membuat investor asing masih memandang Asia, khususnya Indonesia, sebagai tujuan investasi yang menarik.

Oleh sebab itu, ujar Destry, langkah cepat OJK dalam merespons isu MSCI serta koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) diharapkan dapat menjaga kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
UMKM

Kredit Menggunung, Tantangan UMKM Belum Tuntas

50 menit yang lalu | Muchamad Ismail

Ekonomi
Kredit Menggunung, Tantanga...
Megapolitan
Penertiban 17 Bangunan Liar...
Advertisement
Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.