Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran
Senin, 24 Agu 2026, 21:00 WIB | Oleh: Tim PenulisBessent dan Trump sama-sama memperingatkan negara-negara agar tidak membantu Iran. Hal itu menunjukkan adanya perubahan fokus kebijakan AS, terutama setelah kolom Bessent di Financial Times menyoroti negara-negara yang “menenangkan” dan “memungkinkan” Iran.
Teheran pada Senin memperingatkan negara-negara lain agar tidak bekerja sama dengan upaya AS tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan keterlibatan dalam upaya itu “pasti akan memiliki konsekuensinya sendiri”.
Bagi masyarakat Iran, kebuntuan tersebut kemungkinan hanya akan menambah tekanan ekonomi setelah bertahun-tahun menghadapi inflasi tinggi. Kondisi itu pada Desember dan Januari lalu memicu aksi protes besar-besaran terhadap pemerintah.
Sarah Hassanbeigi, seorang apoteker berusia 32 tahun di Teheran, menggambarkan situasinya secara sederhana.
“Ini benar-benar sangat sulit. Saya rasa masyarakat tidak akan mampu bertahan dalam kondisi seperti ini lebih lama lagi,” katanya.
Pada Minggu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengakui bahwa Iran menghadapi “banyak masalah dalam masyarakat”.
“Kami berupaya dengan segenap hati untuk mengatasi inflasi, masalah kehidupan, pengangguran, serta menjamin masa depan masyarakat agar mereka dapat hidup dengan bermartabat dan bangga,” kata Pezeshkian.
Delegasi dari Pakistan
Pekan lalu, Presiden Iran yang dianggap relatif moderat tersebut mengatakan Teheran harus “segera mengakhiri perang karena kami berada dalam posisi yang kuat dan bermartabat”.
Pernyataan itu muncul setelah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menunjuk sejumlah tokoh garis keras untuk menduduki posisi penting di bidang keamanan.
Hassanbeigi mengatakan dirinya menginginkan perdamaian.
“Secara alami, negosiasi berarti kedua belah pihak harus berkompromi. Pendapat pribadi saya adalah Iran harus berkompromi sekarang,” katanya kepada AFP.
Sepanjang perang, berbagai upaya diplomatik yang didorong oleh para mediator terus dilakukan untuk mencari jalan keluar melalui perundingan.
Pada Senin, Kepala Angkatan Darat Pakistan diperkirakan tiba di Iran. Islamabad merupakan salah satu mediator utama dalam perundingan yang membantu tercapainya gencatan senjata pada April, meskipun kesepakatan tersebut kemudian runtuh.
Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi juga dijadwalkan tiba di Iran pada Selasa. Oman dan Teheran tengah berupaya mencapai kesepakatan mengenai pengaturan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!