Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI
📅 Senin, 24 Agu 2026, 21:26 WIB | Oleh: Haryo BronoAgent Perlu Terhubung dengan Berbagai Sumber Data
Penerapan agentic AI dalam skala perusahaan membutuhkan arsitektur yang tidak membatasi akses agent terhadap sumber data maupun aplikasi. Agent diharapkan dapat terhubung dengan berbagai basis data, baik terstruktur maupun tidak terstruktur, spreadsheet, serta produk Software-as-a-Service (SaaS). Kemampuan tersebut menjadi penting karena data perusahaan biasanya tersebar di berbagai sistem yang digunakan oleh masing-masing fungsi bisnis.
Dalam tahap awal, pengujian agent mungkin hanya dilakukan untuk mengotomatisasi tugas tertentu dalam satu aplikasi. Namun, ketika masuk ke tahap produksi dan digunakan dalam skala lebih luas, agent dituntut untuk mengakses berbagai sumber data, memilih perangkat atau aplikasi yang sesuai, serta mengembalikan hasil dalam format yang dapat digunakan oleh sistem lain.
“Manfaat penerapan agentic AI dalam skala produksi akan bergantung pada kemampuan agent mengakses berbagai sumber data, menjalankan alat yang tepat, dan mengembalikan hasil yang dapat digunakan oleh software lain,” paparnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan demikian, manfaat agentic AI tidak hanya ditentukan oleh kemampuan model AI itu sendiri, tetapi juga oleh kemampuan sistem tersebut dalam berinteraksi dengan seluruh ekosistem teknologi perusahaan.
Fleksibilitas Menjadi Faktor Strategis
Seiring semakin matangnya teknologi agentic AI, fleksibilitas dan kebebasan memilih teknologi diperkirakan menjadi semakin penting bagi perusahaan. Organisasi yang sejak awal membangun agent agar dapat terhubung dengan alur kerja, aplikasi, dan sistem yang sudah digunakan karyawan dinilai memiliki posisi lebih baik untuk memperluas penerapan AI.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pendekatan ekosistem terbuka memungkinkan perusahaan meningkatkan skala penggunaan AI di berbagai bagian organisasi tanpa harus membatasi pilihan perangkat lunak atau mengikat keputusan teknologi masa depan pada satu vendor saja.
“Perusahaan yang memprioritaskan agent agar mampu terhubung dengan alur kerja dan sistem yang sudah digunakan karyawan akan berada pada posisi lebih baik untuk memperoleh manfaat agentic AI,” jelasnya.
Bagi perusahaan, pendekatan tersebut bukan hanya persoalan kompatibilitas teknologi. Ekosistem terbuka juga menjadi strategi untuk menjaga fleksibilitas ketika kebutuhan AI terus berkembang dan teknologi baru bermunculan.
Dengan semakin luasnya penggunaan agentic AI, kemampuan untuk menghubungkan model, aplikasi, data, dan infrastruktur menjadi salah satu fondasi penting agar penerapan AI dapat berkembang dari eksperimen terbatas menjadi bagian dari operasional bisnis secara menyeluruh.
“Ekosistem terbuka memberikan perusahaan jalur untuk meningkatkan skala AI di seluruh organisasi tanpa membatasi pilihan software atau memaksa keputusan masa depan pada satu software stack vendor,” lanjut Navolokin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!