Perkuat Rantai Pasok Global, Chile-Indonesia Kunci Kesepakatan Mineral Kritis
📅 Senin, 20 Jul 2026, 19:03 WIB | Oleh: Deri HenriawanJAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Sugiono dan Menlu Chile Francisco Pérez Mackenna membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis, termasuk pengolahan mineral kritis hingga pelayanan kesehatan, dalam pertemuan di Jakarta, Senin (20/7).
“Kami sepakat untuk memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis, meliputi mineral kritis, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), pertanian, dan kesehatan,” ujar Sugiono melalui akun media sosial resmi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga menyoroti pentingnya mendorong optimalisasi kolaborasi antarpelaku usaha (business-to-business) bagi keberhasilan implementasi Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA).
Indonesia dan Chile juga memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung solidaritas negara-negara Selatan Global (Global South) dalam mendorong terciptanya tatanan dunia yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
“Momentum pertemuan bilateral ini sekaligus menandai perjalanan 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Chile,” kata Sugiono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Kementerian Perdagangan (Kemendag), Indonesia dan Chile telah menandatangani perjanjian bilateral IC-CEPA pada 14 Desember 2017 dan memulai implementasi perjanjian tersebut pada 10 Agustus 2019.
Sementara itu, kesepakatan kerja sama di sektor jasa ditandatangani pada 21 November 2022. Indonesia baru meratifikasi Protokol Perdagangan dan Jasa di bawah IC-CEPA pada awal 2025.
Dalam perjanjian IC-CEPA, terdapat 6.704 produk Indonesia yang mendapat tarif bea masuk 0 persen ke Chile, termasuk produk pertanian, perikanan, manufaktur, pertambangan dan industri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain sektor-sektor tersebut, perjanjian itu juga mencakup kerja sama di bidang promosi dan fasilitasi investasi, ilmu pengetahuan, penelitian dan pengembangan, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), pariwisata, logistik, transportasi internasional, serta informasi dan teknologi komunikasi.
Menurut data Kemendag, total perdagangan bilateral Indonesia-Chile pada 2025 tercatat mencapai 535,51 juta dolar AS atau meningkat 12,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produk-produk Indonesia juga semakin kompetitif di pasar Chile, khususnya untuk produk otomotif, pupuk, dan alas kaki. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!