Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Banyuwangi Dorong Penguatan Budi Daya Kopi Arabika Premium

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 11:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Banyuwangi Dorong Penguatan Budi Daya Kopi Arabika Premium Doc: ANTARA
Ket. Kopi arabika yelllow caturra dan yellow bourbon tumbuh di lereng Gunung Raung, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur.

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terus mendorong penguatan budidaya dan pascapanen hingga pemasaran jenis kopi premium yaitu arabika yellow caturra dan arabika yellow bourbon agar mampu bersaing di pasar global.

Kopi arabika yellow caturra yang tergolong langka dan memiliki nilai jual tinggi di pasar kopi kelas atas itu tumbuh di jalur pendakian lereng Gunung Raung wilayah selatan Banyuwangi, tepatnya di Kecamatan Kalibaru.

"Ini salah satu jenis kopi premium yang dimiliki Banyuwangi, tidak banyak daerah di Indonesia yang bisa mengembangkan yellow caturra dan yellow bourbon dengan kualitas baik. Tapi, Banyuwangi punya keunggulan itu," kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Banyuwangi, Rabu (04/2).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Danang Hartanto menyampaikan kopi premium itu ditanam di lahan seluas 7 hektare dengan produktivitas rata-rata mencapai 1 ton per hektare, dan dari luas  tersebut, total produksi biji kopi mencapai 7 ton per tahun.

"Kopi yellow caturra dan yellow bourbon kini mulai dikembangkan secara serius, karena kondisi geografis lereng Gunung Raung sangat mendukung pertumbuhan kopi arabika berkualitas ekspor ini," katanya.

Selain itu, lanjut dia, tanah vulkanik yang subur, ketinggian wilayah, serta iklim sejuk menjadi faktor utama pembentuk karakter rasa kopi arabika yang langka tersebut.

Danang menjelaskan topografi lereng Gunung Raung di wilayah Kecamatan Kalibaru sangat ideal, mulai tanah yang subur, iklimnya cocok, sehingga menghasilkan kopi dengan cita rasa yang khas dan berpotensi besar untuk pasar internasional.

Berdasarkan asal usul kopi arabika jenis ini, lanjut dia, varietas arabika yellow caturra diyakini berasal dari Kolombia, Kosta Rika dan Nikaragua, kemudian dikembangkan di Brasil, termasuk kopi yellow bourbon juga berasal dari Brasil.

Di Indonesia, menurut dia, varietas ini dibawa pada masa Kolonial Belanda dan dapat ditemukan di beberapa daerah dataran tinggi saja seperti di Jawa Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (Flores).

"Ciri kopi ini dikenal karena buahnya berwarna kuning saat matang dan menawarkan rasa manis serta asam yang seimbang," kata Danang.

Ia menambahkan pengembangan kopi langka ini juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi produk pertanian Banyuwangi untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.

"Kami tidak hanya mengejar kuantitas, tapi kualitas, dengan kopi premium seperti ini, harga jualnya jauh lebih baik dan berdampak langsung pada pendapatan petani," tutur Danang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

38 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.