Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD: Data Per 19 September, Sebanyak 76 Desa di Cilacap Terdampak Kekeringan

📅 Sabtu, 19 Sep 2026, 16:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD: Data Per 19 September, Sebanyak 76 Desa di Cilacap Terdampak Kekeringan Doc: ANTARA
Ket. Penyaluran bantuan air bersih yang dilakukan BPBD Kabupaten Cilacap di Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten, Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2026).

CILACAP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mencatat dampak kekeringan akibat kemarau panjang di wilayah itu telah meluas ke 76 desa yang tersebar di 18 kecamatan berdasarkan data per 19 September 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo di Cilacap, Sabtu (19/9), mengatakan kondisi tersebut menyebabkan 28.323 keluarga atau 59.333 jiwa membutuhkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Jumlah total distribusi air bersih di Kabupaten Cilacap sebanyak 1.115 tangki atau setara dengan 5.692.000 liter yang sudah diterima oleh 28.323 keluarga atau 59.333 jiwa di 76 desa dan 18 kecamatan," katanya.

Pihaknya mencatat wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Nusawungu, Jeruklegi, Gandrungmangu, Patimuan, Kampung Laut, Adipala, Wanareja, Kawunganten, Bantarsari, Cimanggu, Dayeuhluhur, Kedungreja, Sidareja, Cipari, Kroya, Kesugihan, Cilacap Tengah, dan Majenang.

Menurut dia, meluasnya dampak kekeringan tersebut berlangsung sejak Kabupaten Cilacap berada dalam status Awas Kekeringan Meteorologis berdasarkan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah untuk Dasarian I September 2026 dan diperbarui untuk Dasarian II September 2026 atau periode 11-20 September 2026.

Dia mengatakan distribusi air bersih hingga saat ini berasal dari APBD Kabupaten Cilacap sebanyak 277 tangki atau setara 1.370.000 liter, sedangkan bantuan dari berbagai pihak melalui CSR mencapai 838 tangki atau 4.322.000 liter.

“Hari ini (19/9), kami bersama sejumlah pihak kembali menyalurkan 18 tangki air bersih ke 13 desa di lima kecamatan,” katanya.

Ia mengatakan distribusi bantuan air bersih tersebut antara lain menyasar Desa Sidaurip dan Karanggintung di Kecamatan Gandrungmangu, Desa Jenang dan Bener di Kecamatan Majenang, Desa Pesahangan di Kecamatan Cimanggu, serta sejumlah desa di Kecamatan Jeruklegi dan Kawunganten.

Menurut dia, penyaluran bantuan air bersih juga didukung berbagai pihak, antara lain PMI Kabupaten Cilacap, Pertamina Patra Niaga, Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy, Lazismu Cilacap, PLTU Adipala Indonesia Power, PT SBI Tbk, Baznas Kabupaten Cilacap, S2P, serta organisasi dan lembaga lainnya.

“PMI Kabupaten Cilacap menjadi salah satu pihak yang memberikan dukungan terbesar dengan menyalurkan 268 tangki atau setara 1.340.000 liter air bersih,” katanya.

BPBD Kabupaten Cilacap terus melakukan pendistribusian air bersih berdasarkan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak kekeringan dan mengoordinasikan bantuan dengan pemerintah desa serta pihak-pihak yang turut membantu penanganan dampak kekeringan.

Taryo juga mengimbau masyarakat terdampak kekeringan untuk menggunakan bantuan air secara bijak dan melaporkan kebutuhan air bersih kepada pemerintah desa untuk diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui BPBD setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Upaya Merapikan Kabel Utilitas di Kota Bogor

21 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Merapikan Kabel Utili...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Jalani Pemulih...
Luar Negeri
Kelompok Houthi Serang Aramco
Megapolitan
Visi Daerah, Desa Menjadi A...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.