Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

📅 Minggu, 23 Agu 2026, 03:02 WIB | Oleh:
Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq. Doc: Antara Foto
Ket. Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Akhmad Sodiq (kanan) dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo (kiri) berjalan menuju mobil tahanan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan keduanya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (22/8).

Bagi siswa SMA/sederajat, berkuliah di perguruan tinggi favorit merupakan salah satu impian besar. Khususnya untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN), mereka harus belajar tekun dan menjaga nilai sejak awal sekolah agar lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

​Jika gagal, mereka masih harus berjuang meraih hasil terbaik melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Bila kembali belum beruntung, jalur mandiri yang digelar tiap-tiap universitas menjadi kesempatan terakhir untuk menembus PTN.

​Namun, dugaan tindakan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo, Kepala Bagian Akademik Eko Sumanto, Mulyono (keponakan Sodiq), serta dua pihak swasta, Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto, seolah memupuskan harapan dan kesempatan para siswa tersebut.

Beruntung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menindak tegas keenamnya dengan menetapkan sekaligus menahan mereka sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru Unsoed.

​Langkah ini diharapkan dapat menjamin para siswa SMA/sederajat yang ingin menembus PTN, khususnya Unsoed, tidak perlu lagi menggunakan cara-cara kotor demi meraih status mahasiswa, sebuah status akademis yang sepantasnya didapat secara jujur.

Modus korupsi penerimaan Maba Unsoed

Pada masa kepemimpinan Akhmad Sodiq sebagai Rektor Unsoed periode 2025–2026, terungkap sedikitnya tiga skema kecurangan untuk menembus PTN tersebut melalui jalur ilegal.

​Modus Pertama adalah jual beli kursi Fakultas Kedokteran (FK) dan akal-akalan proyek

Wakil Rektor Norman Arie Prayogo —melalui dua perantara, Dian dan Adhi— diduga meminta uang ratusan juta rupiah kepada orang tua calon mahasiswa agar bisa diterima di Fakultas Kedokteran (FK) Unsoed. Tak main-main, satu 'kursi' FK dipatok senilai Rp650 juta.

Meski orang tua calon mahasiswa tersebut telah menyetorkan uang sesuai tarif, anaknya ternyata tetap dinyatakan tidak lulus seleksi mandiri. Merasa ditipu, sang orang tua menuntut pengembalian uang secara utuh. Dian dan Adhi yang menerima desakan tersebut lantas melaporkannya ke Norman.

Untuk mengembalikan dana tersebut, Norman, atas sepengetahuan Rektor Sodiq, meminjam uang dari pihak swasta. Mereka kemudian bekerja sama dengan keponakan Sodiq, Mulyono.

Perusahaan Mulyono lantas dimenangkan dalam tiga paket proyek Unsoed, yakni pengadaan kanopi, renovasi kantin, dan pengecatan gedung. Pembayaran ketiga proyek kampus itulah yang kemudian dialihkan untuk melunasi utang pinjaman Rp650 juta tersebut.

Modus kedua, Sodiq yang turun tangan langsung.

Selama penerimaan mahasiswa baru 2025–2026, Sodiq memberi arahan khusus kepada Mulyono: "Jangan diminta di awal" dan "Jika dikasih, bilang terima kasih."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Nasional
Mau Selamatkan Harimau? Ran...
Nasional
Rumah Adat di Kawasan Wisat...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.