Bogor Siapkan Embarkasi Haji 7 Lantai Rp142 Miliar, Konsepnya Mirip Zamzam Tower!
📅 Minggu, 23 Agu 2026, 00:30 WIB | Oleh: Tim PenulisKabupaten Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan membangun embarkasi haji dan umrah tujuh lantai senilai Rp142 miliar dengan konsep menyerupai Zamzam Tower di Mekkah mulai tahun 2027.
Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam keterangan pers di Bogor, Sabtu (22/8), mengatakan pembangunan embarkasi tersebut disiapkan di kawasan Masjid Raya Nurul Wathon, sekitar Stadion Pakansari, untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah asal daerah itu.
“InsyaAllah nanti tahun 2027-2028, kita melihat kemampuan keuangan daerah. Apabila memungkinkan dan syukur-syukur pemerintah pusat membantu, kita ingin Kabupaten Bogor memiliki embarkasi haji sendiri,” kata Rudy.
Menurut dia, keberadaan embarkasi sendiri dibutuhkan mengingat Kabupaten Bogor memiliki jumlah penduduk lebih dari 5,6 juta jiwa dan mendapatkan kuota haji sebanyak 3.450 jamaah pada tahun ini.
Dengan adanya fasilitas tersebut, Pemkab Bogor berharap jamaah asal Kabupaten Bogor nantinya dapat memperoleh pelayanan keberangkatan di daerah sendiri tanpa perlu terlebih dahulu menuju Embarkasi Haji Pondok Gede, Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bogor Eko Mujiarto menjelaskan bangunan embarkasi direncanakan memiliki tujuh lantai dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp142 miliar dari APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2027.
Menurut Eko, bangunan tersebut dirancang dengan konsep menyerupai Zamzam Tower di Mekkah untuk mendukung pelayanan jamaah haji dan umrah.
Proyek itu sebelumnya direncanakan dilaksanakan pada tahun anggaran berjalan. Namun, pemerintah daerah menggeser pelaksanaannya karena waktu yang tersedia dinilai tidak mencukupi untuk pembangunan gedung.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Faktor waktu yang tidak cukup untuk membuat hotel. Karena kita proses lelang dan tahapan lainnya, waktunya tinggal sekitar enam bulan,” ujar Eko.
Pemkab Bogor menargetkan proses lelang pembangunan embarkasi dimulai pada Desember 2026 agar pekerjaan fisik dapat dilaksanakan sejak awal 2027.
“Rencananya Desember sudah mulai proses lelang, sehingga Januari sudah bisa mulai pembangunan,” katanya.
Eko mengatakan penundaan dilakukan agar pembangunan memiliki waktu pengerjaan yang memadai sehingga hasilnya dapat lebih optimal.
“Kalau dipaksakan sekarang, khawatir tidak maksimal. Jadi kita undur tahun depan supaya waktu pengerjaannya lebih cukup,” ujar Eko.
Embarkasi tersebut akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan Masjid Raya Nurul Wathon yang berdiri di atas lahan seluas 2,6 hektare dan dibangun menggunakan APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2025 senilai Rp112 miliar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!