Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayah Tinggalkan Putra 7 Tahun Sendirian di Gunung Fuji, Polisi Turun Tangan

📅 Minggu, 23 Agu 2026, 00:03 WIB | Oleh:
Ayah Tinggalkan Putra 7 Tahun Sendirian di Gunung Fuji, Polisi Turun Tangan Doc: Istimewa
Ket. Kawasan pegunungan tersebut memiliki kondisi cuaca yang berbeda dari wilayah sekitarnya, sementara hipotermia tetap menjadi salah satu risiko bagi pendaki, termasuk pada musim panas.

TOKYO - Seorang pria di Jepang mendapat teguran dari polisi setelah meninggalkan putranya yang berusia tujuh tahun sendirian di Gunung Fuji karena sang anak mengaku kelelahan saat mendaki.

Dari The Guardian, anak tersebut ditemukan seorang pekerja gunung dalam kondisi duduk sendirian di sebuah bangku dekat stasiun keenam jalur Fujinomiya, Kamis (20/8). Lokasi itu berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut.

Pekerja tersebut kemudian membawa bocah itu ke stasiun untuk berlindung sebelum menghubungi polisi. Petugas selanjutnya membawa anak tersebut ke tempat perlindungan polisi.

Dari keterangan yang diperoleh, bocah itu sebelumnya mendaki Gunung Fuji bersama ayah dan kakaknya pada dini hari. Di tengah perjalanan, ia mengatakan kepada ayahnya bahwa dirinya terlalu lelah untuk melanjutkan pendakian.

Sang ayah, yang berasal dari Nagoya, kemudian memberikan sejumlah camilan dan minuman ringan kepada putranya. Ia meminta anak tersebut menunggu di lokasi, sementara dirinya melanjutkan perjalanan menuju puncak bersama kakaknya yang sudah lebih dahulu mendaki.

Saat polisi berhasil menghubungi sang ayah, pria tersebut telah mencapai stasiun kedelapan, sekitar tiga jam perjalanan dari lokasi tempat ia meninggalkan putranya.

Polisi kemudian memintanya turun kembali. Setelah ayah dan anak itu dipertemukan, petugas memberikan teguran karena meninggalkan seorang anak sendirian di Gunung Fuji, yang merupakan gunung berapi aktif.

“Meski itu berarti harus menyerah untuk mendaki gunung bersama, meninggalkan seorang anak di belakang adalah hal yang tidak dapat diterima,” kata petugas, seperti dikutip Japan Today.

Sang ayah dilaporkan mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada polisi.

“Saya membuat keputusan yang terburu-buru, dan saya sangat menyesalinya,” ujarnya.

Polisi mengingatkan bahwa kondisi Gunung Fuji dapat berubah dengan cepat. Kawasan pegunungan tersebut memiliki kondisi cuaca yang berbeda dari wilayah sekitarnya, sementara hipotermia tetap menjadi salah satu risiko bagi pendaki, termasuk pada musim panas.

Petugas juga mengimbau pendaki untuk mempertimbangkan kemampuan dan stamina seluruh anggota kelompok sebelum memulai perjalanan. Kecepatan pendakian disarankan disesuaikan dengan kondisi masing-masing anggota agar rombongan dapat tetap berjalan bersama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.