Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo
📅 Minggu, 23 Agu 2026, 13:30 WIB | Oleh: Tim PenulisTANGERANG – Sejumlah komunitas wirausaha yang diprakarsai Billionaire Mindset Indonesia menggelar kegiatan “Belajar Bisnis Bareng PepperJo”, Jumat (21/8) di PepperJo Ruko Aniva Grande, Gading Serpong, Tangerang.
Kegiatan ini mempertemukan pengusaha, profesional, pelajar, dan masyarakat yang ingin mempelajari dunia kewirausahaan secara langsung dari praktisi. Peserta diskusi mendengarkan perjalanan Yohanes dalam membangun PepperJo sambil menikmati sajian hotplate.
Sebelum mendirikan PepperJo, Yohanes menjalani profesi sebagai penerjemah profesional selama 15 tahun. Di tengah kesibukannya bekerja, Yohanes mulai merintis sejumlah usaha kecil-kecilan. Ia pernah mencoba usaha sate ala China, kemudian melanjutkan perjalanannya dengan membuka usaha hot pot.
Perjalanan usahanya tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah mengalami kegagalan, melakukan evaluasi, bangkit kembali, dan mencoba berbagai peluang baru. Setiap usaha yang dijalankan memberikan pengalaman berharga dalam memahami produk, konsumen, operasional, serta tantangan mempertahankan sebuah bisnis.
Berbekal pengalaman jatuh bangun tersebut, Yohanes melihat adanya peluang dalam industri kuliner. Ia menemukan bahwa masih banyak makanan enak yang belum dapat dinikmati masyarakat luas karena harganya relatif tinggi atau konsep usahanya belum menjangkau semua kalangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemikiran tersebut kemudian melahirkan PepperJo, sebuah usaha kuliner yang menghadirkan makanan hotplate bergaya Jepang dengan penyajian menarik dan harga yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
PepperJo berada di bawah naungan MY TALENTA Group dan menawarkan berbagai menu seperti Pepper Rice, Pepper Steak, serta Kari Jepang. Pilihan menunya mencakup beef, chicken, dory, salmon, seafood, dan sayuran.
Penyajian menggunakan hotplate panas memberikan pengalaman makan yang lebih interaktif. Pelanggan dapat menikmati aroma dan suara makanan yang mendesis sekaligus mencampur makanan serta bumbu sesuai selera.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perjalanan PepperJo memperlihatkan bahwa usaha kuliner tidak cukup hanya mengandalkan makanan enak. Diperlukan sistem yang baik, konsistensi rasa, pelayanan, kemampuan membaca kebutuhan pasar, dan keberanian untuk terus berkembang.
Kegiatan “Belajar Bisnis Bareng PepperJo” berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Peserta dapat menikmati makanan, berdiskusi, dan bertanya langsung mengenai pengalaman menjalankan serta mengembangkan usaha.
Holy Sie, peserta yang datang dari Green Lake, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan tersebut. “Saya bersyukur sekali karena acara di sini begitu kekeluargaan dan sharing-nya juga berbobot,” ujar Holy Sie.
Kehangatan acara juga dirasakan Elizabeth yang hadir bersama putrinya, Merlin. Meskipun baru kembali dari Inggris, Merlin tetap meluangkan waktu untuk datang karena penasaran dan ingin menggali lebih jauh mengenai dunia kewirausahaan.
Kehadiran Merlin menunjukkan bahwa semangat belajar bisnis tidak mengenal usia ataupun latar belakang. Rasa ingin tahu dan keberanian bertanya dapat menjadi langkah awal untuk mengenali potensi serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Acara diskusi dipandu oleh Ekie dan Claire Bridgette Ivan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!