Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Sampang Catat 94 Desa Terdampak Kekeringan dan Krisis Air Bersih 2026

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 02:55 WIB | Oleh:
BPBD Sampang Catat 94 Desa Terdampak Kekeringan dan Krisis Air Bersih 2026 Doc: ANTARA/ HO-BPBD Sampang
Ket. Dokumen penyaluran bantuan air bersih di Kabupaten Sampang, Jawa Timur pada musim kemarau 2025.

SAMPANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang mendata sedikitnya 94 desa yang tersebar di 12 kecamatan di wilayah setempat mulai terdampak kekeringan kritis dan krisis air bersih, Kamis (16/7).

Kasi Kedaruratan BPBD Pemkab Sampang Moh Hozin di Sampang, Kamis mengatakan, langkah itu dilakukan menyusul adanya penetapan dari pemerintah yang menyebutkan status siaga darurat kekeringan sejak 29 Mei dan akan berlangsung hingga 31 Oktober 2026.

"Penetapan status ini menjadi landasan bagi BPBD Kabupaten Sampang untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus 2026 ini," katanya.

Oleh karena itu, sambung dia, BPBD Sampang langsung menerjunkan tim, melakukan pendataan ke desa-desa yang berpotensi rawan kekeringan dan kekurangan air bersih.

Hozin menjelaskan, pendataan dilakukan langsung oleh tim BPBD bersama aparat desa.

"Hasilnya, terdapat 94 desa di Kabupaten Sampang ini yang terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih, tersebar di 12 kecamatan dari total 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Sampang," katanya.

Ia menjelaskan, jenis kekeringan yang melanda 94 desa itu terdiri atas kering kritis, kering langka, dan kering terbatas.

Kering kritis merupakan kondisi kekeringan di mana jarak antara permukiman warga dengan sumber air bersih atau mata air terdekat lebih dari 3 kilometer.

Pada kondisi ini, warga sangat bergantung pada bantuan pasokan air bersih karena ketersediaan air sudah tidak mencukupi kebutuhan dasar sehari-hari.

Kering Langka terjadi, apabila jarak ke sumber air antara 0,5 hingga 1 kilometer.

"Sedangkan kering langka terbatas, jika jarak ke sumber air antara 1 hingga 3 kilometer," katanya.

Adapun kecamatan yang masuk kategori kering kritis meliputi Kecamatan Banyuates, Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Omben, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun.

“Wilayah itu menjadi prioritas apabila dilakukan dropping air bersih,” terangnya.

Kasi Kedaruratan BPBD Pemkab Sampang Moh Hozin lebih lanjut menjelaskan, wilayah dengan kategori kering langka di Kabupaten Sampang meliputi Kecamatan Banyuates, Pangarengan, dan Jrengik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Sejumlah Provinsi di Thaila...
Advertisement
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebabnya

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebabnya

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.