PLLA-LaSynPro Dorong Pendekatan Regeneratif dalam Estetika Medis Berbasis Bukti Ilmiah
📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 23:43 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Perkembangan industri estetika medis di Indonesia berlangsung semakin pesat. Pertumbuhan klinik kecantikan, perusahaan, serta berbagai merek dan produk estetika turut mendorong meningkatnya pilihan perawatan bagi masyarakat.
Di tengah perkembangan tersebut, derasnya arus informasi melalui media sosial, influencer kecantikan, brand ambassador, dan spokesperson turut memengaruhi persepsi serta keputusan pasien dalam memilih prosedur estetika. Kondisi ini memicu pergeseran dari pendekatan estetika medis yang semestinya dipimpin oleh dokter menjadi model yang lebih berorientasi pada konsumen.
Dari sisi bisnis, tren tersebut membuka peluang pertumbuhan industri. Namun, dari perspektif medis, kondisi ini menghadirkan sejumlah tantangan—antara lain estetika medis yang berpotensi diperlakukan sekadar komoditas, timbulnya konflik kepentingan, munculnya layanan yang tidak berlandaskan evidence-based medicine, hingga meningkatnya risiko penggunaan produk atau prosedur yang tidak ditangani oleh tenaga medis kompeten.
Country Leader Nordberg Medical Indonesia, Eka Meliasari Khu, mengatakan bahwa kehadiran Nordberg Medical di Indonesia merupakan bagian dari upaya mendorong pemahaman mengenai pentingnya pendekatan berbasis bukti ilmiah dalam estetika medis.
“Nordberg Medical mengajak media untuk mengenal lebih jauh mengenai evidence-based medicine di bidang estetika guna membantu pasien mendapatkan pelayanan estetika yang bertanggung jawab,” ujar Eka dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (22/8).
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dokter spesialis kulit, kelamin, dan estetika sekaligus pendiri BMDERMA Clinic, dr. Deasy Lius, Sp.DVE, evidence-based medicine merupakan dasar penting dalam menentukan terapi atau prosedur estetika. Pendekatan tersebut mempertimbangkan bukti ilmiah dari penelitian, keahlian dokter, serta preferensi dan kebutuhan pasien.
Ia menilai informasi dari influencer maupun brand ambassador dapat menjadi referensi pengalaman pribadi, tetapi tidak seharusnya menggantikan pertimbangan medis.
“Pemilihan perawatan medis tentunya tidak didasarkan pada tren semata atau klaim pemasaran tanpa bukti jurnal. Pasien tetap harus memilah tren estetika yang ditawarkan klinik maupun media sosial: mana yang perlu dan tidak perlu diikuti,” kata Deasy.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan bahwa klaim berlebihan terhadap produk, teknik penyuntikan yang belum teruji, serta penggunaan produk tanpa dasar ilmiah dapat meningkatkan risiko bagi pasien. Menurutnya, estetika medis tetap merupakan bagian dari ranah medis yang membutuhkan penanganan dokter resmi dengan kompetensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Mengedepankan Teknologi Regeneratif
Nordberg Medical merupakan perusahaan bioteknologi asal Swedia yang mengembangkan biomaterial regeneratif untuk kebutuhan medis dan estetika. Perusahaan tersebut mengedepankan kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan dokter untuk membangun ekosistem estetika yang berlandaskan bukti ilmiah, mulai dari diagnosis, pemilihan produk, hingga prosedur terapi.
Salah satu teknologi yang diperkenalkan Nordberg Medical adalah PLLA-LaSynPro™, yang digunakan sebagai injeksi bio-activator kulit untuk mendukung peremajaan dan pengencangan kulit.
Dokter Lanny Juniarti, Dipl. AAAM, mengatakan bahwa karakteristik partikel PLLA-LaSynPro™ menjadi salah satu aspek utama yang diteliti dalam pengembangan teknologi tersebut.
“Berdasarkan penelitian, kandungan PLLA-LaSynPro™ yang unik, bulat sempurna, dan tersebar merata terbukti memberikan manfaat serta minim inflamasi karena perawatan ini bekerja secara regeneratif,” ujar Lanny.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!