Pemerintah Prioritaskan Pemulihan Infrastruktur Pascagempa NTT
📅 Kamis, 20 Agu 2026, 03:12 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Pemerintah memprioritaskan pemulihan infrastruktur dasar dan pembukaan akses wilayah yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) agar masyarakat tidak terisolasi dan distribusi bantuan dapat berjalan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum telah mengerahkan alat berat ke wilayah terdampak sejak hari pertama bencana.
“Sejak hari pertama untuk pekerjaan umum langsung terbang ke daerah bencana untuk memastikan alat-alat berat segera di-deploy, segera dikerahkan,” ujar AHY di Jakarta, Rabu (19/8).
Menurut AHY, penanganan pascagempa dilakukan dengan sejumlah prioritas. Tahap pertama adalah membantu proses evakuasi korban.
Selanjutnya, pemerintah memastikan tidak ada wilayah yang terisolasi akibat kerusakan jalan maupun longsor.
Menurutnya, pemerintah juga memprioritaskan pemulihan infrastruktur dasar, termasuk jaringan air dan listrik, serta jaringan komunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
“Memulihkan kembali infrastruktur dasar, air, listrik, dan lain sebagainya. Ini harus dipastikan karena itu yang paling mendasar bagi masyarakat,” ujar AHY.
Ia mengatakan pemulihan akses transportasi menjadi penting agar bantuan logistik, termasuk makanan dan obat-obatan, dapat segera menjangkau masyarakat yang terdampak.
AHY mengatakan pemerintah belajar dari penanganan bencana sebelumnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ketika sejumlah wilayah sempat terisolasi akibat kerusakan akses jalan. Oleh sebab itu, AHY memastikan pemerintah akan mengutamakan pemulihan akses dan infrastruktur dasar agar proses penanganan serta distribusi bantuan lebih cepat.
Proses Belajar
Terpisah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan dukacita yang mendalam atas bencana yang terjadi di Provinsi NTT dan memastikan satuan pendidikan dan seluruh warga sekolah yang terdampak terus mendapatkan perhatian dan dukungan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pihaknya akan memastikan agar proses pembelajaran serta pemenuhan hak belajar murid tetap dapat berlangsung sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Prioritas dan komitmen Kemendikdasmen adalah keselamatan guru dan murid di wilayah bencana. Karena itu, pembelajaran yang dilakukan juga mempertimbangkan keselamatan guru dan murid. Salah satunya menggunakan sistem pembelajaran darurat dengan kurikulum darurat,” katanya, Rabu.
Dia mengatakan bahwa keberlangsungan pembelajaran di daerah terdampak perlu disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi satuan pendidikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!