Polri Tambah 1.500 Personel Perkuat Penanganan Bencana Sumatra
📅 Jumat, 26 Des 2025, 13:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA - Mabes Polri menyiapkan 1.500 personel untuk memperkuat penanganan usai bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/12), mengatakan penambahan personel itu untuk merespons kebutuhan sumber daya manusia (SDM) serta sarana dan prasarana di lapangan.
“Polri mempersiapkan kembali, memberangkatkan pasukan, termasuk peralatan-peralatan pendukung lainnya yang setelah kita lakukan evaluasi selama satu bulan ini, maka diperlukan itu,” katanya.
Dedi merincikan, dari jumlah tersebut, sebanyak 600 personel dari dua batalyon Brimob Polri akan ditempatkan di Aceh Tamiang dan Aceh Utara, sementara 900 sisanya adalah personel Brimob Nusantara dari Polda Aceh, Polda Sumatera Selatan, Polda Banten, Polda DI Yogyakarta, Polda NTB, Polda Kalimantan Timur, dan Polda Sulawesi Selatan.
Adapun Polri, sambung dia, telah mengerahkan 8.613 personel untuk memperkuat penanganan bencana.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.614 personel berasal dari Polda Aceh, Polda Sumatera Utara, dan Polda Sumatera Barat, sedangkan sisanya yang sebanyak 999 personel merupakan BKO dari Mabes Polri.
Ia melanjutkan, selain ribuan personel yang bekerja di lapangan, Polri juga mengerahkan tenaga kesehatan, tim trauma healing (pemulihan trauma), dan tim Disaster Victim Identification (DVI).
“Untuk mendukung pemulihan masyarakat, saat ini terdapat 43 tenaga kesehatan, 82 personel trauma healing, serta tim DVI yang terus bekerja, khususnya di Sumatera Utara, di mana masih terdapat beberapa jenazah yang dalam proses identifikasi DNA,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam aspek pemenuhan kebutuhan dasar, Dedi menekankan pentingnya penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor.
“Sesuai arahan Bapak Kapolri, penambahan sumur bor menjadi perhatian utama. Target kita sekitar 300 titik. Saat ini sudah tersedia 238 titik, dengan 84 sumur bor beroperasi dan sisanya masih dalam proses pengerjaan,” ujarnya.
Polri, sambung dia, juga telah mendirikan 91 posko tanggap bencana di tiga provinsi tersebut serta melayani kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak.
Hingga saat ini, sebanyak 37.867 warga telah mendapatkan layanan kesehatan dengan keluhan terbanyak berupa demam, batuk, diare, gangguan kulit, dan gangguan pencernaan.
“Hal-hal ini menjadi prioritas kami. Selain penanganan fisik, kami juga memperkuat pengendali lapangan agar koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan berjalan efektif,” katanya.
Jenderal polisi bintang tiga itu menegaskan bahwa Polri akan terus melakukan perbaikan dan penguatan sesuai arahan Kapolri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!