Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Zaman Makin Unik, Daun Bambu Saja Sekarang Diekspor!

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 11:29 WIB | Oleh:
Zaman Makin Unik, Daun Bambu Saja Sekarang Diekspor! Doc: ist
Ket. kini daunnya dieskpor

BANGKA – Siapa sangka bahwa daun bambu yang dulu dibiarkan membusuk, sekarang bisa jadi bahan ekspor? Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendampingi pelaku UMKM ekspor daun bambu kering ke Inggris, guna meningkatkan ekspor komoditas unggulan daerah itu di pasar internasional.

"Pendampingan ini untuk memastikan daun bambu kering sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan negara tujuan ekspor," kata Kepala Karantina Kepulauan Babel, Herwintarti di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan berdasarkan data hingga Juni 2026, Karantina Kepulauan Bangka Belitung telah melakukan pendampingan ekspor daun kering bambu sebanyak 122 kilogram tujuan Inggris, sehingga dapat mendorong perekonomian masyarakat khususnya pelaku UMKM di daerah ini.

"Kami siap mengawal dan membantu pelaku UMKM untuk dapat mengembangkan usahanya secara kompetitif, berdaya saing dengan produk berstandar Kesehatan dan jaminan mutu serta kualitas yang sesuai peraturan berlaku," ujarnya.

Ia menegaskan dalam meningkatkan ekspor komoditas unggulan di daerah ini, Karantina Provinsi Kepulauan Babel bersama instansi dan lembaga terkait lainnya melakukan pelayanan secara terpadu yang terintegrasi di border, agar masyarakat dan pelaku UMKM mudah melakukan ekspor produknya di pasar intenasional.

"Kami siap memberikan pelayanan dan informasi bahwa sistem permohonan ekspor ini cukup satu kali yang selanjutnya akan dilayani secara bersama-sama dengan instansi terkait lainnya," katanya.

Selain itu, Karantina juga berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan varietas-varietas atau produk komoditas yang baru untuk go ekspor.

"Kita terus mendorong pelaku UMKM menggali potensi ekspor komoditas-komoditas baru lainnya yang tidak membutuhkan prosesing rumit, mudah dicari, ditemukan dan semua elemen masyarakat ikut berwirausaha mengembangkan produk baru tersebut, seperti daun bambu, daun ketapang, manggis dan buah cemara laut yang banyak terdapat di Provinsi Kepulauan Babel ini," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Rona
Magnet Terkuat di Alam Semesta
Olahraga
Sabalenka Waspadai Kejutan ...
Olahraga
Barcelona Juara Joan Gamper...
Olahraga
Venus Williams Dapat Wildca...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.