Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Surabaya Siapkan Sensor Pemantau Sesar, Begini Fungsi dan Cara Kerjanya

📅 Sabtu, 12 Sep 2026, 14:15 WIB | Oleh:
Surabaya Siapkan Sensor Pemantau Sesar, Begini Fungsi dan Cara Kerjanya Doc: Istimewa
Ket. Pemkot Surabaya melalui BPBD juga terus melakukan sosialisasi mengenai langkah yang harus dilakukan masyarakat apabila gempa terjadi.

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengoordinasikan rencana pemasangan alat sensor monitoring untuk memantau aktivitas sesar yang melintasi Kota Pahlawan. Alat tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemantauan risiko gempa sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terkait kebutuhan sensor tersebut. Saat ini, pembahasan masih mencakup teknis pemasangan hingga penentuan lokasi alat.

"Kita sudah koordinasikan dengan teman-teman ITS terkait alat sensor ini," kata Eri, Sabtu (12/9).

Secara umum, sensor monitoring gempa digunakan untuk merekam dan mengukur pergerakan atau getaran tanah. Data dari sensor dapat membantu para ahli mengetahui aktivitas seismik di suatu wilayah, termasuk mendeteksi getaran kecil yang mungkin tidak dirasakan manusia.

Keberadaan sensor menjadi penting karena aktivitas sesar tidak selalu langsung menghasilkan gempa besar. Pergerakan batuan di bawah permukaan dapat menghasilkan getaran kecil yang perlu dicatat dan dianalisis untuk memahami kondisi seismik suatu wilayah.

Namun, pemasangan sensor bukan berarti alat tersebut dapat meramalkan secara pasti kapan gempa akan terjadi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Irvan Widyanto menegaskan keberadaan sesar tidak berarti gempa akan terjadi dalam waktu dekat.

"Bukan berarti adanya sesar tersebut bakal terjadi gempa sekarang atau sebentar lagi. Tapi, masyarakat tetap penting untuk mengetahui risikonya," kata Irvan.

Surabaya sendiri dilalui dua segmen sesar, yakni Sesar Surabaya dan Sesar Waru. Kedua segmen tersebut merupakan bagian dari sistem sesar yang berada di Pulau Jawa.

Irvan menjelaskan, jalur sesar tersebut membentang dari wilayah barat hingga timur Pulau Jawa. Di Jawa Timur, jalur tersebut dikenal sebagai Patahan atau Sesar Kendeng. Di wilayah Surabaya, sistem tersebut memiliki dua segmen yang dikenal sebagai Sesar Surabaya dan Sesar Waru.

Dengan adanya sensor, aktivitas seismik di sekitar jalur sesar dapat dipantau secara lebih sistematis. Data hasil pemantauan selanjutnya dapat menjadi bahan bagi para ahli untuk melakukan kajian mengenai karakteristik aktivitas gempa di wilayah tersebut.

Sensor juga menjadi salah satu bagian dari sistem mitigasi. Fungsinya bukan untuk membuat masyarakat mengetahui bahwa gempa akan terjadi pada waktu tertentu, melainkan menyediakan data untuk memahami kondisi seismik dan membantu memperkuat kajian risiko.

Karena itu, alat sensor perlu ditempatkan di lokasi yang tepat. Penentuan lokasi pemasangan menjadi bagian dari koordinasi Pemkot Surabaya bersama ITS agar data yang diperoleh dapat optimal untuk memantau aktivitas sesar.

Di sisi lain, keberadaan alat pemantau tidak menghilangkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.