Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Dunia Tembus US$100 Setelah Kelompok Houthi Kuasai Kota Mocha dan Pesisir Laut Merah

📅 Sabtu, 12 Sep 2026, 14:07 WIB | Oleh:
Harga Minyak Dunia Tembus US$100 Setelah Kelompok Houthi Kuasai Kota Mocha dan Pesisir Laut Merah Doc: Istimewa
Ket. Dampak dari serangan Houthi di Mocha bulan lalu. Kelompok pemberontak tersebut mengklaim kini menguasai pelabuhan itu.

SANAA - Kelompok Houthi di Yaman memperluas penguasaannya, merebut kota pelabuhan strategis Mocha di pesisir Laut Merah. Setelah itu, kelompok yang bersekutu dengan Iran tersebut bergerak menuju sejumlah wilayah dan pulau strategis di sekitar Bab el-Mandeb, jalur yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi pintu masuk menuju Terusan Suez.

Dari The Guardian, perkembangan ini memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan jalur pelayaran global sekaligus meningkatkan risiko lonjakan harga minyak dunia.

Sedangkan Al Jazeera melaporkan, pasukan Houthi juga bergerak ke Pulau Mayun atau Perim yang berada tepat di kawasan Bab el-Mandeb. Sejumlah sumber pemerintah Yaman menyebut pasukan Houthi telah mengambil posisi di kawasan strategis tersebut setelah pasukan pemerintah mundur.

Perkembangan itu membuat posisi Houthi semakin kuat dalam mengendalikan salah satu jalur perdagangan paling penting di dunia. Bab el-Mandeb menjadi rute alternatif penting bagi pengiriman energi, terutama setelah gangguan di Selat Hormuz membuat arus minyak melalui jalur tersebut ikut terganggu.

The Guardian menyebut perebutan Mocha merupakan bagian dari upaya Houthi untuk memperluas kendali atas pantai Laut Merah Yaman. Penguasaan wilayah tersebut membuat kelompok itu semakin dekat dengan salah satu jalur pelayaran strategis dunia.

Situasi tersebut langsung berdampak ke pasar energi. Harga minyak mentah dunia kembali berada di atas level 100 dolar AS per barel karena pasar memperhitungkan risiko gangguan pasokan dan pelayaran dari kawasan Timur Tengah.

Wall Street Journal melaporkan harga Brent sempat melonjak setelah Houthi merebut Mocha dan Pulau Perim. Pada perdagangan Jumat, harga Brent kemudian terkoreksi, tetapi masih berada di atas 100 dolar AS per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) juga tetap mendekati level tersebut.

Kekhawatiran pasar tidak hanya berasal dari kemungkinan serangan terhadap kapal. Penguasaan kawasan Bab el-Mandeb dapat memaksa perusahaan pelayaran dan pengangkut minyak mencari rute alternatif yang lebih panjang dan mahal.

Dampaknya berpotensi merembet ke berbagai sektor, mulai dari biaya pengiriman energi, transportasi, hingga harga barang. Jika gangguan berlangsung lama, tekanan terhadap harga minyak dapat semakin besar karena pasokan global harus menempuh jalur yang lebih panjang atau menghadapi risiko keamanan yang lebih tinggi.

Bagi pasar minyak, kondisi tersebut menjadi semakin sensitif karena Bab el-Mandeb kini memiliki arti strategis yang lebih besar. Gangguan di jalur ini terjadi ketika jalur energi lainnya di kawasan, termasuk Selat Hormuz, juga menghadapi tekanan akibat konflik regional.

Bab el-Mandeb merupakan jalur utama menuju Laut Merah dan Terusan Suez. Penguasaan kawasan tersebut memberikan Houthi pengaruh yang lebih besar terhadap lalu lintas perdagangan dan pengiriman energi internasional.

Jika eskalasi berlanjut dan kapal tanker minyak mulai menghindari Laut Merah secara lebih luas, biaya logistik dan premi risiko pengiriman berpotensi meningkat. Kondisi itu dapat membuat harga minyak dunia kembali terdorong naik.

Dengan demikian, perkembangan di Yaman kini bukan hanya persoalan konflik lokal. Perebutan wilayah pesisir Laut Merah dan posisi strategis di Bab el-Mandeb berpotensi menjadi faktor baru yang menentukan pergerakan harga minyak dunia dan biaya perdagangan global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.