Jika Tidak Diantisipasi, AI Bakal Ubah Struktur Pasar Tenaga Kerja
📅 Kamis, 20 Agu 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim RedaksiAnak muda jangan hanya diposisikan sebagai pengguna AI, tetapi harus didorong jadi orang yang menciptakan produk, layanan, dan bisnis baru dengan AI,” katanya.
Anggoro menilai peluang tersebut cukup terbuka bagi Indonesia karena AI juga menurunkan hambatan bagi anak muda untuk membangun usaha.
Dengan modal dan jumlah tenaga kerja yang relatif lebih kecil, anak muda kini dapat mengembangkan produk, melakukan riset pasar, membuat konten, melayani konsumen, hingga menjangkau pasar yang sebelumnya membutuhkan organisasi lebih besar.
Data global juga menunjukkan perkembangan AI tidak semata-mata menghilangkan pekerjaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
PwC AI Jobs Barometer 2026 mencatat lowongan yang membutuhkan keterampilan AI tumbuh 69 persen, jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pasar kerja secara keseluruhan sebesar 9 persen.
Perusahaan dengan pemanfaatan AI tinggi juga mencatat pertumbuhan jumlah pekerja lebih tinggi dibandingkan perusahaan dengan paparan AI rendah.
Karena itu, Anggoro mengatakan Indonesia perlu menjalankan dua agenda secara bersamaan, yakni melindungi kelompok pekerja yang rentan terdampak otomatisasi sekaligus memperbesar ekosistem ekonomi yang mampu melahirkan pekerjaan baru berbasis AI.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jangan sampai kita hanya menjadi pasar dan pengguna teknologi AI yang dikembangkan negara lain.
Kalau Indonesia bisa membangun startup, talenta, dan produk AI sendiri, teknologi ini justru bisa menjadi mesin pencipta lapangan kerja baru.
Jadi kita memang harus hati-hati terhadap dampaknya, tetapi jangan takut terhadap teknologinya,” kata Anggoro.
Sementara itu, Peneliti Ekonomi Core, Yusuf Rendi Manilet menilai pekerjaan entry level yang biasanya menjadi pintu masuk karier pemuda berpotensi paling terdampak AI.
“Ketika AI mulai masuk ke pekerjaan administrasi, layanan pelanggan, analisis data dasar, hingga coding, maka posisi entry level yang selama ini menjadi awal karier bisa semakin terbatas,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!