Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Pemprov DKI dan PAM Jaya Kejar Target 100 Persen Air Bersih pada 2029

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 16:55 WIB | Oleh:

Pramono menilai target 100 persen layanan air bersih tidak mungkin dicapai hanya dengan mengandalkan upaya Pemprov DKI. Menurutnya, kerja sama dengan daerah sekitar menjadi bagian penting karena sumber air baku Jakarta juga berasal dari kawasan di luar wilayah administrasi Ibu Kota.

"Jakarta mempunyai komitmen di tahun 2029 cakupan air bersihnya harus sudah 100 persen. Dan tidak mungkin itu terjadi tanpa support, dukungan dari Banten," ujar Pramono. Kerja sama lintas daerah diharapkan dapat memastikan peningkatan kapasitas jaringan di Jakarta berjalan seimbang dengan ketersediaan pasokan air dari hulu.

Sambil menunggu pembangunan jaringan dan peningkatan sumber air baku, PAM Jaya menyiapkan sejumlah solusi sementara bagi wilayah yang belum memperoleh layanan perpipaan secara optimal. Salah satunya dilakukan melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) Portabel di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Fasilitas tersebut saat ini melayani sekitar 295 pelanggan di kawasan Semanan. Untuk solusi jangka panjang, PAM Jaya bersama Kementerian Pekerjaan Umum membangun Reservoir Semanan dengan kapasitas rencana mencapai 24 juta liter.

Pada tahap awal, reservoir tersebut akan memiliki kapasitas tampungan sebesar 8 juta liter. Pembangunan tahap awal ditargetkan selesai pada Mei 2027 sehingga dapat memperkuat ketersediaan air bagi wilayah yang membutuhkan.

Pengamat tata kota Yayat Supriatna menilai pembangunan jaringan perpipaan merupakan langkah penting untuk mengejar target cakupan layanan 100 persen. Namun, ia mengingatkan pemerintah agar tidak hanya mengejar pembangunan infrastruktur tanpa memastikan ketersediaan air baku yang memadai.

"Yang jelas, kunci utama adalah supply air baku yang harus bisa dipenuhi, jangan sampai jaringan sudah ada tapi supply-nya masih kurang," ujar Yayat. Menurutnya, kondisi tersebut harus diperhitungkan sejak awal agar jaringan baru yang telah dibangun dapat digunakan secara optimal.

Yayat juga meminta pemerintah menghitung secara rinci kemampuan sumber air seperti Waduk Jatiluhur dan Waduk Karian dalam memasok kebutuhan Jakarta. Perhitungan tersebut menjadi semakin penting ketika memasuki musim kemarau karena ketersediaan air dapat mengalami tekanan.

"Harus diperlihatkan juga berapa besar supply air dari Waduk Jatiluhur, dari Waduk Karian, agar tahu juga selisih kebutuhan untuk supply 100 persen itu berapa," katanya. Dengan mengetahui selisih antara kebutuhan dan pasokan, pemerintah dapat menentukan sumber tambahan air baku yang diperlukan untuk mencapai target layanan penuh.

Dengan cakupan layanan yang telah mencapai 82 persen, Jakarta masih memiliki waktu sekitar tiga tahun untuk mengejar target 100 persen pada 2029. Tantangan utamanya bukan hanya mempercepat pembangunan 7.000 km jaringan pipa baru, tetapi juga memastikan pasokan air baku dari hulu mampu mengimbangi pertumbuhan jaringan dan jumlah pelanggan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Dinas ke Singapura dan Malaysia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Ditunggu KPK

Dinas ke Singapura dan Malaysia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Ditunggu KPK

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.