Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kelurahan Sukamiskin di Bandung Bangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 16:48 WIB | Oleh:

"Setelah kering, sampah digiling. Ada mesin penggiling kasar, penggiling halus, kemudian dicampur dengan kanji supaya ketika dicetak bisa menyatu dan tidak mudah pecah," tutur Sofian.

Apabila seluruh fasilitas berjalan optimal, kapasitas pengolahan sampah nonorganik tersebut diproyeksikan mencapai enam ton per hari.

Kelurahan Sukamiskin juga disiapkan sebagai laboratorium pengelolaan sampah, tempat komunitas, RT, RW, lembaga swadaya masyarakat, maupun daerah lain yang ingin melakukan studi tiru dapat melihat langsung proses pengelolaan sampah.

"Kelurahan ini kita targetkan menjadi laboratorium pengelolaan sampah. Kita sudah menyiapkan tempat di lantai dua dengan kapasitas sekitar 20 orang untuk menerima tamu dan melakukan ekspos," kata dia.

Pengolahan Briket

Pengembangan pengolahan briket juga direncanakan diperluas hingga tingkat RW. RW 13, kata Sofian, telah menyatakan kesiapan untuk menjadi lokasi produksi. Lahan sekitar 200 meter persegi telah disiapkan, dengan pembagian untuk mesin produksi, penjemuran, dan penyimpanan.

Rencananya, briket hasil produksi akan dikumpulkan dan diangkut untuk kemudian dimanfaatkan oleh berbagai sektor industri, seperti pabrik semen, pabrik genteng di Majalengka, maupun industri tekstil.

"RW 13 sudah siap. Lokasinya sekitar 200 meter persegi, sebagian untuk mesin dan sebagian untuk penjemuran serta storage," ujar Sofian.

Selain pengolahan di tingkat kelurahan, Sukamiskin juga mengembangkan kerja sama dengan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui teknologi plasma dingin untuk mengolah sampah nonorganik.

Fasilitas tersebut sebelumnya mampu mengolah sekitar 1,5 ton sampah nonorganik per hari dalam tahap awal pengoperasiannya. Namun, saat ini mesin sedang mengalami kendala dan masih menunggu komponen pengganti yang harus didatangkan dari luar negeri.

Sofian mengungkapkan, luas lahan yang tersedia menjadi salah satu keunggulan Kelurahan Sukamiskin dalam mengembangkan ekosistem tersebut. Dari sekitar 3.000 meter persegi lahan yang tersedia, bangunan yang digunakan baru sekitar 800 meter persegi sehingga masih terdapat area yang cukup luas untuk pengembangan.

"Ekosistem ini menjadi kebanggaan Sukamiskin. Alhamdulillah, kita memiliki lahan yang cukup luas sehingga masih bisa dikembangkan," kata dia.

Ke depan, Sofian berharap seluruh fasilitas pengolahan dapat beroperasi secara optimal. Dengan dukungan pemerintah provinsi dan berbagai pihak, fasilitas pengolahan baru diharapkan mulai berjalan pada akhir tahun ini atau paling lambat awal 2027.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Uzbekistan Kemas Air Mineral 5 Liter Berbentuk Dumbbell

31 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Uzbekistan Kemas Air Minera...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.