Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonom: Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Jadi Tantangan Terbesar APBN 2027

24 Minggu, 04 Okt 2026, 15:43 WIB | Oleh:
Ekonom: Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Jadi Tantangan Terbesar APBN 2027 Ekonom: Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Jadi Tantangan Terbesar APBN 2027 Doc: RRI/Magdalena Krisnawati
Ket. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede

BOGOR - Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan tantangan terbesar APBN 2027 adalah target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan, tapi tidak bisa menjadi satu-satunya mesin pertumbuhan.

Menurut dia, untuk mencapai target pertumbuhan 6 persen, pemerintah harus mendorong investasi. "Dan pertumbuhan investasinya harus mencapai sekira 10-12 persen ," kata Josua dalam media briefing Kementerian Keuangan di Bogor pada 1-3 Oktober 2026.

Masalahnya, pertumbuhan investasi pada triwulan I dan II masih single digit, masing-masing 6,87 persen dan 5,53 persen. "Proyeksi kami sendiri, pertumbuhan ekonomi 2027 sekitar 5,22 persen," ucap Josua.

Karenanya, tercapai atau tidaknya pertumbuhan ekonomi tahun depan, kata Josua, sangat bergantung pada akselerasi investasi swasta. Termasuk peningkatan produktivitas investasi, keberhasilan proyek-proyek Danantara, serta kemampuan pemerintah memperbaiki iklim investasi.

Menurut penilaian Josua, APBN 2027 menunjukkan arah fiskal yang tetap ekspansif untuk mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan. Pada saat yang sama, pemerintah terlihat berupaya memperkuat disiplin anggaran.

Di sisi lain, Josua mengingatkan risiko APBN 2027 juga perlu diperhatikan karena ruang terhadap guncangan tidak terlalu besar. Asumsi APBN menggunakan nilai tukar Rp17.500 per dolar AS, imbal hasil SBN 10 tahun 6,9 persen, serta ICP USD75 per barel.

"Analisis sensitivitas menunjukkan harga minyak merupakan salah satu variabel fiskal yang paling sensitif. Kenaikan ICP (Indonesian Crude Price) sebesar USD1 per barel diprakirakan akan memperburuk saldo APBN sekitar Rp8,5 triliun," ujar dia.

Sementara itu, kenaikan imbal hasil SBN 10 tahun sebesar 0,1 poin persentase menambah tekanan fiskal sekitar Rp1,8 triliun. Hal tersebut, tambah Josua, yang mesti menjadi perhatian pemerintah untuk diantisipasi.

"Dengan defisit dasar sudah berada di 2,40 terhadap PDB, pemerintah perlu menjaga bantalan fiskal. Bantalan fiskal itu untuk menghadapi risiko pelemahan rupiah, kenaikan harga energi maupun biaya pembiayaan global," pungkas Josua. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
Nasional
Perum Bulog dan Menko Panga...
Daerah
Wisata Kebun Stroberi Jadi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.