Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Desa-desa Hantu di Irak: ISIS Mengusir Warga, Kini Musuh Baru Mencegah Penduduk Pulang Kembali

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 00:00 WIB | Oleh:

“Semua orang pergi ke Tal Afar,” kata Asef Hasan Ali, 43 tahun, salah satu warga yang masih kembali ke kawasan tersebut.

Ali tinggal di Tal Afar. Saat musim pertanian, dia menetap sementara di sebuah karavan di dekat lahan yang masih digarapnya.

“Bagi keluarga, ini tidak mungkin: semuanya dibom, tidak ada yang bisa tinggal di sini,” ujarnya.

Persoalan iklim juga memengaruhi hasil pertanian warga. Di Desa Qazal Quyu, seorang pemuda berusia 19 tahun bernama Smain mengatakan kebun sayuran keluarganya terbakar setelah pusaran angin panas menerjang wilayah tersebut.

Angin yang berputar cepat di tengah kondisi panas dan kering dapat membawa debu serta memicu kerusakan pada lahan. Dalam kasus yang dialami keluarga Smain, percikan listrik disebut memicu kebakaran pada tumbuhan kering di sekitar kebun.

Anak Muda Memilih Pergi

Dampak perubahan kondisi pedesaan juga terlihat dari jumlah penduduk usia muda.

Sekolah-sekolah di desa-desa Sinjar menghadapi jumlah murid yang terus berkurang. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah dan melanjutkan kuliah, sebagian anak muda tidak kembali ke desa.

Sebagian lainnya memilih bekerja di sektor konstruksi di kota seperti Mosul atau Erbil. Penghasilan dari pekerjaan tersebut dinilai lebih stabil dibandingkan pendapatan dari pertanian yang bergantung pada kondisi air dan cuaca.

Smain mengatakan banyak teman seusianya ingin meninggalkan desa.

“Hampir semua teman saya ingin pergi. Terkadang saya juga ingin pergi. Tapi jika saya pergi, siapa yang akan membantu orang tua saya?” katanya.

Di Sinjar, dampak perang masih terlihat dari rumah-rumah yang rusak, lahan yang terkontaminasi ranjau, dan desa-desa yang kehilangan penduduk. Sementara itu, kekeringan dan kenaikan suhu menambah tekanan terhadap pertanian dan ketersediaan air.

Bagi sebagian warga yang kembali, persoalannya kini bukan lagi hanya bagaimana membangun kembali rumah yang hancur, tetapi juga bagaimana mendapatkan air dan penghasilan untuk tetap tinggal di desa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.