Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sinyal Jadi Petunjuk! Kemkomdigi Lacak Perangkat Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

📅 Minggu, 13 Sep 2026, 07:08 WIB | Oleh:
Sinyal Jadi Petunjuk! Kemkomdigi Lacak Perangkat Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Doc: Antara foto
Ket. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan terkait pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Posko SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, Sabtu (12/9).

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memanfaatkan jaringan operator seluler dan sistem pemantauan frekuensi untuk melacak sinyal perangkat telekomunikasi milik lima jurnalis dan tiga warga yang hilang di perairan Selat Sunda.

Saat meninjau Posko SAR Gabungan di Carita, Pandeglang, Banten, Sabtu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan bahwa Kemkomdigi berkoordinasi dengan operator seluler untuk memantau Base Transceiver Station (BTS) yang ada di sekitar Selat Sunda.

"Kemkomdigi sendiri sudah berkoordinasi dengan operator seluler, tiga operator seluler itu sudah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung," katanya.

Nezar menyampaikan bahwa pemantauan juga dilakukan melalui Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio yang ada di wilayah Banten dan Lampung untuk melacak sinyal telekomunikasi yang terdeteksi di area pencarian.

"Melalui balai monitoring frekuensi yang ada di Banten dan Lampung, kita terus melakukan pengecekan kalau ada sinyal-sinyal yang tertangkap," katanya.

Nezar menjelaskan, informasi dari operator seluler mengenai aktivitas telekomunikasi di area pemantauan diteruskan kepada tim SAR agar bisa jadi masukan dalam upaya untuk menemukan lokasi terakhir delapan warga yang hilang di Selat Sunda.

Berdasarkan hasil pelacakan, ia melanjutkan, kontak komunikasi terakhir terdeteksi pada 7 September 2026 di Pulau Sebesi, yang berada di dekat Gunung Anak Krakatau.

"Dari operator seluler kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses, berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi," katanya.

Pemantauan jejak komunikasi dilakukan setelah Kemkomdigi menerima informasi mengenai rombongan yang hilang kontak saat berada di perairan Selat Sunda.

Rombongan yang terdiri atas lima jurnalis, dua anak buah kapal, dan seorang pemandu itu berada di perairan Selat Sunda dalam rangka menjalankan tugas jurnalistik untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pada hari kelima pencarian, Sabtu, area penelusuran untuk mencari tahu keberadaan mereka diperluas.

Tim SAR Banten didukung personel TNI Angkatan Laut dan Polairud mengerahkan 14 kapal serta satu helikopter untuk menelusuri titik-titik tempat mereka kemungkinan berada.

"Kita terus memantau, terus mencari, dan sama-sama kita berdoa," kata Nezar.

"Kami minta seluruh rakyat Indonesia juga mendoakan agar dalam proses pencarian ini kita semua diberikan kekuatan dan kita bisa menemukan delapan warga kita yang sekarang berada di perairan Selat Sunda," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.