Serangan Russia Makin Menghantam Ekonomi Ukraina, PDB 2026 Diprediksi Turun 1,5 Poin
📅 Minggu, 13 Sep 2026, 00:30 WIB | Oleh: Tim PenulisKyiv - Perekonomian Ukraina semakin tertekan akibat meningkatnya serangan Russia yang menyasar sektor-sektor penting. Produk domestik bruto (PDB) negara itu diperkirakan dapat turun 1,5 poin pada 2026, kata pejabat Ukraina pada Sabtu, seraya memperingatkan musim dingin yang "sangat sulit" di depan.
Russia, yang telah menghancurkan sektor energi Ukraina selama 4,5 tahun perang, sejak musim panas meningkatkan serangan rudal dan drone yang semakin sulit dicegat oleh Kyiv.
Serangan tersebut secara signifikan membatasi ekspor biji-bijian melalui Laut Hitam, yang merupakan salah satu sumber pendapatan penting bagi Ukraina.
Serangan juga menyasar perusahaan baja, yang menjadi sektor penting lainnya, serta rantai pasokan, khususnya sektor perkeretaapian, dan sejumlah gudang besar.
"Perekonomian berada dalam situasi yang paling sulit," kata Perdana Menteri Ukraina Sergiy Koretsky dalam forum tahunan Yalta European Strategy di Kyiv.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan intensitas serangan dan tingkat kehancuran telah meningkat.
"Kami memperkirakan musim dingin yang sangat sulit, baik dari sisi infrastruktur kritis yang setiap hari dihancurkan oleh serangan Russia, maupun dari kondisi ekonomi secara keseluruhan di negara ini," kata Menteri Ekonomi Ukraina Oleksandr Kravchenko.
Kyiv memperkirakan total kerusakan terhadap infrastruktur dan aset tahun ini kemungkinan mendekati 10 miliar dolar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kravchenko mengatakan kerusakan tersebut, ditambah terhambatnya aktivitas pelabuhan laut, kemungkinan mengurangi PDB nasional sebesar 1,5 poin. Sejumlah pakar Barat bahkan menyebut situasi tersebut "katastrofik".
Biaya Perang Meningkat
Roksolana Pidlasa, Ketua Komite Anggaran Parlemen Ukraina, menggambarkan prospek ekonomi negaranya sebagai suram.
"Situasinya masih bisa memburuk, tetapi sekarang sudah buruk," katanya dalam forum yang sama.
Menurut dia, Russia secara khusus menyasar industri yang menghasilkan pendapatan dengan menyerang koridor ekspor biji-bijian, pelabuhan laut, dan pabrik metalurgi.
"Ini bukan sesuatu yang bisa dibangun kembali dengan cepat," katanya.
Pabrik baja terbesar Ukraina, ArcelorMittal Kryvyi Rih, mengatakan pada Sabtu bahwa serangan rudal Russia menewaskan dua pekerjanya dan merusak sejumlah fasilitas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!