Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekspor Perikanan Indonesia Tembus 3 Miliar Dolar AS, Negara Mana yang Paling Banyak Beli?

📅 Minggu, 13 Sep 2026, 07:18 WIB | Oleh:
Ekspor Perikanan Indonesia Tembus 3 Miliar Dolar AS, Negara Mana yang Paling Banyak Beli? Doc: Antara foto
Ket. Arsip - Sejumlah pekerja memotong daging ikan tuna untuk kebutuhan ekspor di salah satu unit pengolahan ikan di kompleks Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate, Maluku Utara, Senin (19/1).

JAKARTA - Ekspor produk perikanan Indonesia pada Januari-Juni 2026 mencapai 566,25 ribu ton dengan nilai 3 miliar dolar AS, menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini mengatakan ekspor tersebut ditopang sejumlah produk unggulan, antara lain udang vanname, rumput laut, tuna, sarden, tenggiri, cakalang, cumi-sotong-gurita, karagenan, kerapu, serta kepiting dan rajungan.

“Nilainya diperkirakan Rp52,6 triliun,” ujarnya dalam keterangan pers KKP di Jakarta, Sabtu.

Ishartini mengatakan produk perikanan Indonesia saat ini telah dipasarkan ke 152 negara yang mencakup kawasan Asia, Afrika, Eropa, Amerika, Timur Tengah, Australia dan Selandia Baru, serta negara-negara di kawasan Pasifik.

Menurut dia, perluasan pasar ekspor tersebut didukung penerapan sertifikasi mutu dari hulu hingga hilir dengan standar internasional untuk memastikan kualitas dan keamanan produk perikanan Indonesia.

KKP mencatat hingga akhir semester I 2026, sebanyak 1.162 perusahaan perikanan yang telah memenuhi sertifikasi mutu KKP melakukan kegiatan ekspor.

Jumlah tersebut terdiri atas 900 unit pengolah ikan, 229 unit pengekspor ikan hidup, dan 33 unit produksi benih ikan.

Ishartini mengatakan kinerja ekspor produk perikanan juga memberikan dampak terhadap perekonomian daerah dan penyerapan tenaga kerja.

Di Sulawesi Selatan, misalnya, unit pelaksana teknis Badan Mutu KKP telah membantu 144 unit pengolahan ikan lokal melakukan ekspor ke 46 negara dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 8.389 orang.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, frekuensi ekspor dari UPI lokal tersebut mencapai 8.540 kali pengiriman.

Ishartini menegaskan layanan sertifikasi mutu yang dilaksanakan KKP diberikan secara gratis dan pendaftarannya dilakukan secara daring.

“Badan Mutu memiliki 46 unit pelaksana teknis tersebar di seluruh Indonesia, yang siap mengeksekusi quality assurance (QA) di sepanjang rantai produksi hingga membuat perusahaan siap ekspor,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.