Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penajam Masuk Radar Investasi KSN, Potensi Ekonomi Daerah Makin Terbuka

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penajam Masuk Radar Investasi KSN, Potensi Ekonomi Daerah Makin Terbuka Doc: ANTARA/ Nyaman Bagus Purwaniawan.
Ket. Ilustrasi-Suasana KIPP IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur

PENAJAM PASER UTARA – Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, masuk wilayah pengembangan investasi kawasan strategis nasional (KSN) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) guna menopang Ibu Kota Nusantara (IKN).

"KSN masuk konsep pengembangan tiga kota, menyiapkan posisi pembangunan daerah di tengah perubahan besar kawasan IKN," ujar Sekretaris Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Penajam Paser Utara Arif Afandi di Penajam, Jumat (25/9).

Pengembangan KSN yang dilakukan Kementerian PPN/Bappenas kolaborasi dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), bakal menjadi penunjang utama ibu kota baru Indonesia itu.

Pengembangan tiga kota meliputi Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kabupaten Kutai Kartanegara, jelas dia, serta Kabupaten Penajam Paser Utara juga masuk menjadi KSN sebagai daerah asal dan terdekat dengan ibu kota baru Indonesia.

Salah satunya pengembangan sektor investasi terintegrasi dengan IKN, lanjut dia, yang dapat mendukung pertumbuhan kawasan strategis nasional seiring perkembangan ibu kota baru.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga mengusulkan 13 sektor sebagai percontohan perencanaan pengembangan KSN tersebut, antara lain jalan, jembatan, pendidikan, rumah sakit hingga pelayanan persampahan.

"Potensi perubahan jumlah penduduk akibat perkembangan IKN juga jadi perhatian, perlu perencanaan agar pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi berjalan searah," tambah Arif.

Pengembangan KSN untuk memastikan arah pembangunan daerah sekitar IKN terkoneksi dengan perencanaan kawasan secara regional dan nasional.

Pengembangan sektor investasi, menurut

Masato Akashi, dari tim ahli JICA Jepang, dilakukan identifikasi sektor ekonomi dan proyek yang memiliki potensi untuk dikembangkan di kawasan tersebut.

Identifikasi tidak hanya diarahkan pada sektor industri saja, tetapi berbagai sektor dipelajari untuk melihat potensi pengembangan dan peluang investasi yang dapat mendukung pertumbuhan kawasan.

Integrasi antarwilayah sangat penting, karena pertumbuhan IKN tidak berdiri sendiri dan akan berkaitan langsung dengan perkembangan kawasan di sekitarnya, sebut Masato Akashi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.