Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

16 Pendaki Dievakuasi Akibat Kena Hipotermia di Gunung Bawakaraeng

📅 Selasa, 18 Agu 2026, 14:30 WIB | Oleh:
16 Pendaki Dievakuasi Akibat Kena Hipotermia di Gunung Bawakaraeng Doc: ANTARA/HO-Basarnas Makassar.
Ket. Sejumlah personel Tim SAR mengevakuasi pendaki yang mengalami di puncak Gunung Bawakaraeng, Kabuupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (17/8).

GOWA -- Sebanyak 16 orang pendaki dievakuasi tim SAR Gabungan setelah diserang hipotermia atau penurunan drastis suhu tubuh saat mengikuti rangkaian upacara bendera Merah Putih untuk memeriahkan HUT Ke-81 RI tahun 2026, di Puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

"Pendaki mengalami gangguan kesehatan atau kendala fisik (trouble) dilaporkan menjadi 16 orang. Sebagian besar korban menderita gejala hipotermia akibat suhu dingin ekstrem, cedera pada kaki, serta kelelahan fisik yang berat," ujar Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar di Gowa, Senin.

Ia menyebutkan sejak Senin (17/8) pagi tim SAR Gabungan telah mengevakuasi delapan pendaki yang mengalami masalah dan dalam kondisi sehat setelah dibawa ke Posko Registrasi di Bulu Balea.

Hingga Senin petang, Tim SAR Gabungan masih terus bergerak melakukan evakuasi secara bertahap terhadap para pendaki yang membutuhkan bantuan dan diberikan penanganan medis langsung di posko darurat.

Selanjutnya, beberapa pendaki di antaranya dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas Tinggi Moncong.

Pihak Basarnas memastikan kesiapan alur evakuasi tetap berjalan optimal, mengingat kondisi fisik pendaki yang rentan menurun saat turun gunung menjelang malam hari ini.

Data Pos Siaga Merah Putih mencatat total pendaki yang melakukan registrasi meningkat menjadi 3.786 orang. Jumlah tersebut tersebar di empat jalur masuk pada perlintasan utama menuju puncak Gunung Bawakaraeng.

Jalur tersebut seperti di Pos Registrasi Bulu Balea sebanyak 2.033 orang, Posko Tassoso 1.081 orang, Posko Kanreapia 422 orang, dan Posko Lembanna sebanyak 250 orang. Kepadatan arus pendaki di seluruh jalur ini terus dikawal tim gabungan demi mengimbangi dinamika medan di lapangan.

Operasi ini berlangsung sejak 15-18 Agustus 2026 melibatkan 295 personel gabungan dari unsur Basarnas, komunitas SAR, relawan, hingga tenaga medis. Personel ditempatkan pada delapan titik strategis, termasuk puncak gunung dan Lembah Ramma guna merespons cepat setiap kondisi darurat.

Arif kembali mengingatkan kepada para pendaki untuk mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri mencapai puncak. Ia sebelumnya mengimbau pendaki agar selalu memantau kondisi fisik 

Selain itu, melengkapi perlengkapan penahan dingin, serta segera beristirahat atau melapor ke titik siaga terdekat jika mulai merasakan gangguan kesehatan.

Operasi Siaga Khusus Basarnas Makassar dipastikan tetap siaga penuh hingga penutupan pengamanan pada 18 Agustus 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dorong Ketahanan Pangan, Kemenperin Perkuat Mutu Industri Pupuk Lewat Standardisasi & Sertifikasi
    Preview komentar:
    Membaca inisiatif Kemenperin terkait penguatan mutu pupuk melalui ...
  • Sulit Kurangi Jurang Kaya dan Miskin tanpa Pertumbuhan Berkualitas
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat mencerahkan mengenai esensi pembangunan; hal ...
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Nasional
Demo udara Peringatan Detik...
Megapolitan
Ribuan Warga Bogor Ikuti Ja...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
50 Bus Terbakar di Pangkalan PO Sinarjaya, Damkar Bekasi Kerahkan Sembilan Armada

50 Bus Terbakar di Pangkalan PO Sinarjaya, Damkar Bekasi Kerahkan Sembilan Armada

18 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.