Wisatawan Jangan Resah! Dispar Mataram Perketat Pengawasan Pengamen
📅 Senin, 17 Agu 2026, 00:13 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoMATARAM - Dinas Pariwisata Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Bara, memperketat pengawasan terhadap keberadaan pengemis dan pengamen liar di sejumlah kawasan objek wisata unggulan, guna menjaga kenyamanan pengunjung serta citra destinasi wisata di Kota Mataram.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra di Mataram, Minggu, mengatakan, kegiatan pengawasan difokuskan untuk penertiban dan mengarahkan para pengamen dan pengemis segera meninggalkan kawasan destinasi wisata.
"Jika kami temukan, petugas akan minta mereka untuk segera meninggalkan lokasi destinasi," katanya.
Untuk pengawasan tersebut, katanya, pihaknya memperkuat peran dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Satgas Pariwisata di masing-masing destinasi wisata.
Seperti di objek wisata Pantai Loang Baloq, Pantai Gading, Pantai Mapak Indah, Pantai Ampenan, Ruang Terbuka Hijau ((RTH) Pagutan, RTH Udayana termasuk di areal Teras Udayana.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengakui, keberadaan pengemis dan pengamen di sejumlah objek wisata tersebut sudah sering kali dilakukan penertiban bersama Dinas Sosial Kota Mataram.
Akan tetapi, mereka sering kali juga kembali lagi. Baik itu orang yang sama ada juga yang berbeda.
Cahya mengatakan, dalam hal ini Dinas Pariwisata tidak dalam ranah melakukan penangkapan atau pembinaan jangka panjang secara mandiri, melainkan fokus pada pengamanan kawasan destinasi wisata.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Karena itu dalam pelaksanaannya, kami juga berkolaborasi dan bersinergi dengan Satpol Polisi Pamong Praja serta Dinas Sosial," katanya.
Sementara menanggapi terkait penataan agar pengamen tidak berkeliaran meminta-minta dengan membuatkan ruang atau panggung khusus di setiap objek wisata, Dispar Mataram sebenarnya pernah memberikan ruang khusus tersebut.
Dengan membuatkan panggung fasilitas semi permanen untuk mengamen di kawasan Taman Loang Baloq atau dekat tower.
Namun, program penataan dan kualifikasi pengamen yang pernah dilakukan pada tahun 2025 tersebut belum berjalan maksimal karena berdasarkan hasil penyisiran dan seleksi waktu itu, sebagian besar pengamen melarikan diri dan hanya sedikit yang mengikuti kualifikasi.
"Dengan melakukan kualifikasi agar mereka bisa main secara profesional, jangan sampai pengamen-pengamen ini hanya modus dengan tujuan untuk meminta-minta," katanya.
Lebih jauh Cahya menyebutkan, berdasarkan pemantauan Dispar Mataram, persebaran pengamen liar dan pengemis terdeteksi di beberapa titik kawasan wisata dan Teras Udayana menjadi titik dengan jumlah pengamen terbanyak karena lokasinya yang terbilang luas.
Sedangkan di Taman Loang Baloq dan Pantai Ampenan, terdapat pengamen, namun dalam jumlah yang relatif sedikit yakni di bawah 10 orang per satu titik.
Namun dari titik itu, Dispar memastikan tidak ada kondisi yang tergolong mengkhawatirkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!