Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belajar dari Gempa NTT, BPBD Lebak Ajak Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Gempa  ‎

📅 Senin, 17 Agu 2026, 09:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Belajar dari Gempa NTT, BPBD Lebak Ajak Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Gempa  ‎ Doc: ANTARA
Ket. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak.

LEBAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, mengajak seluruh warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai kemungkinan bencana usai kejadian gempa kuat yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

‎"Lebak bagian daerah potensi yang rentan terhadap gempa dan tsunami, sehingga masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan," kata Kepala BPBD Lebak, Sukanta, dalam keterangan di Lebak, Senin (17/8).

Potensi gempa megathrust dan tsunami di pesisir selatan Kabupaten Lebak cukup tinggi karena adanya pertemuan (tumbukan) lempeng di Samudera Hindia, Australia-Benua Asia.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geologi (BMKG) secara ilmiah dan keilmuan telah menetapkan Lebak Selatan masuk zona rentan gempa megathrust yang memicu gelombang tsunami.

Selain itu, juga berdasarkan supranatural para orang tua terdahulu di masyarakat di daerah tersebut sudah menyampaikan bahwa Lebak Selatan ini akan berpotensi terjadi gempa dan tsunami karena adanya lempengan megathrust.

Oleh karena itu, BPBD Lebak mengingatkan masyarakat yang tinggal di Lebak Selatan, khususnya di pesisir selatan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi ancaman gempa dan tsunami tersebut.

Untuk meminimalisasi korban, pemerintah membangun infrastruktur gedung shelter di Desa Muara Binuangeun, 120 lokasi jalur evakuasi, termasuk arah petunjuk menuju lokasi titik kumpul di bukit-bukit.

"Jika terjadi gempa megathrust yang memicu tsunami kurang lebih 10-20 menit, maka masyarakat harus bergerak cepat memanfaatkan infrastruktur dengan melintasi jalur evakuasi dan arah petunjuk ke bukit serta gedung shelte (tempat berlindung)," ujarnya.

Di samping itu, BPBD Lebak telah membentuk delapan desa tangguh bencana (destana) agar masyarakat pesisir dapat menyelamatkan diri mitigasi gempa megathrust tersebut.

Pembentukan destana terus dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat agar mampu mengurangi risiko kebencanaan.

Tak hanya itu, ‎BPBD menjalin kerja sama dengan BMKG menyelenggarakan Sekolah Lapangan Geofisika agar masyarakat pesisir dapat menyelamatkan diri bila terjadi tsunami dengan berlari ke perbukitan melalui jalur evakuasi dan berlindung di gedung shelter.

‎"Kami masyarakat Lebak selatan tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan ancaman potensi bencana gempa megathrust dan tsunami," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Nasional
Bapanas Kebut Penyaluran Ba...
Daerah
ITS Ubah Limbah Peternakan ...
Advertisement
Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.