Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Diabaikan Catatan Sejarah Ini! Sesar Flores Beberapa Kali Hasilkan Gempa Dahsyat

📅 Minggu, 16 Agu 2026, 00:06 WIB | Oleh:
Jangan Diabaikan Catatan Sejarah Ini! Sesar Flores Beberapa Kali Hasilkan Gempa Dahsyat Doc: Antara foto
Ket. Dampak gempa NTT di Pelabuhan Laurentius Say Maumere, Sabtu (15/8).

BANDUNG - Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkapkan selain gempa  magnitudo 7,7 pada Sabtu pagi ini, secara historis sesar yang berasosiasi dengan gempa itu, beberapa kali menghasilkan gempa merusak, bahkan beberapa di antaranya memicu tsunami.

Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan berdasarkan parameter sumber, gempa ini berasosiasi dengan Sesar Naik Busur Belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust yang memanjang di sepanjang laut utara Kepulauan Nusa Tenggara dan terbagi ke dalam beberapa segmen.

"Secara historis, struktur ini telah berulang kali menghasilkan gempa merusak, bahkan beberapa di antaranya memicu tsunami. Kita mencatat antara lain kejadian Flores Utara tahun 1961, Flores tahun 1992, Solor tahun 1982, serta Manggarai tahun 2003," kata Lana di Bandung, Sabtu.

Dengan demikian, kata dia, kejadian hari ini tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari aktivitas tektonik regional yang memang harus terus kita waspadai.

Lana menjelaskan, gempa yang terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat dan menimbulkan tsunami dengan ketinggian maksimum 1,67 meter di Pota, Manggarai Timur, serta adanya korban jiwa itu, dari sisi kondisi geologi, wilayah di sekitar episenter memiliki morfologi yang cukup beragam, mulai dari dataran, wilayah berombak dan bergelombang, hingga perbukitan dan pegunungan.

Secara litologi, daerah ini disusun oleh batuan gunung api berumur tersier dan batuan sedimen berumur kuarter.

Berdasarkan data kondisi tapak atau Vs30, wilayah di sekitar daerah terdampak terdiri atas kelas tanah dari sangat padat dan batuan lunak, sampai tanah lunak. Pada kondisi tertentu, karakteristik tanah seperti ini dapat memperkuat respons guncangan.

"Di sisi lain, wilayah terdampak juga berada pada kawasan rawan bencana gempa bumi kategori menengah hingga tinggi," ucapnya.

Hasil pemodelan guncangan menunjukkan bahwa wilayah di sekitar sumber gempa mengalami intensitas terbesar, yakni setara VII sampai VIII MMI. Seiring bertambahnya jarak dari sumber, tingkat guncangan menurun.

Intensitas sekitar VI MMI diperkirakan masih dirasakan hingga wilayah Kabupaten Manggarai Timur di sebelah barat dan Kabupaten Sikka di sebelah timur.

"Informasi ini penting untuk mengarahkan prioritas pemeriksaan lapangan, terutama pada daerah yang diperkirakan menerima guncangan paling kuat," katanya.

Badan Geologi Kementerian ESDM mengidentifikasi gempa berkekuatan 7,7 magnitudo di NTT hari ini, memunculkan bahaya ikutan yang perlu diwaspadai, mulai dari gerakan tanah, hingga likuefaksi.

Indikasi ini, kata Lana, berdasarkan foto-foto dokumentasi dari lapangan yang memperlihatkan dampak guncangan di lapangan yang menunjukkan adanya retakan dinding, kerusakan komponen bangunan, hingga keruntuhan sebagian struktur, serta laporan adanya air yang keluar dari tanah.

"Seluruh indikasi ini perlu diverifikasi lebih lanjut di lapangan agar kita memperoleh gambaran yang utuh mengenai rangkaian dampak geologi dari kejadian ini," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Megapolitan
Menakutkan, Sopir Jaklingko...
Megapolitan
Tol Kataraja Perkuat Koneks...

Warga Perlu Diedukasi Hadapi Bencana

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Warga Perlu Diedukasi Hadap...
Luar Negeri
Trump Ancam Bombardier Kana...
Luar Negeri
Kekeringan akibat El Nino A...
Advertisement
Kapal Jurnalis Hilang Kontak di Sekitar Anak Krakatau, Pemilik Ungkap Kondisi Sebelum Berangkat

Kapal Jurnalis Hilang Kontak di Sekitar Anak Krakatau, Pemilik Ungkap Kondisi Sebelum Berangkat

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.