Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekraf Dorong Pelaku Kreatif Lokal Tembus Kawasan Premium seperti SCBD Park.

📅 Senin, 07 Sep 2026, 10:41 WIB | Oleh:
Ekraf Dorong Pelaku Kreatif Lokal Tembus Kawasan Premium seperti SCBD Park. Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, meninjau The Local Market ID: Pasar Wiwitan SCBD di SCBD Park, Jakarta, Minggu (6/9)

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong perluasan akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif lokal agar mampu bersaing di lokasi atau kawasan premium seperti SCBD Park untuk memperluas ekosistem.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengapresiasi gelaran The Local Market ID: Pasar Wiwitan SCBD di SCBD Park untuk membuktikan jenama lokal atau UMKM dapat menguasai tempat yang sering kali dianggap premium dengan produk berbasis kearifan lokal.

“SCBD yang sering dianggap terlalu premium untuk UMKM, hari ini dibuktikan sebaliknya, semua berkumpul, berjualan dan menampilkan produk luar biasa berbasis bahan serta kearifan lokal. Untuk masyarakat mari kita perkuat fondasi ekonomi nasional dengan membiasakan diri untuk bangga membeli dan menggunakan produk dalam negeri,” kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan Presiden telah mengamanatkan untuk bergotong royong memajukan produk kreatif Indonesia. Selain itu, ruang kolaborasi bersama The Local Market dan SCBD ini menjadi wadah bagi para kreator lokal untuk memperluas akses pasar secara berkelanjutan.

Besarnya potensi produk lokal untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional terlihat pada data BPS yang diolah Kementerian Ekraf.

Untuk subsektor fesyen, kriya dan kuliner mencatatkan nilai ekspor barang ekonomi kreatif terbesar pada periode Januari–April 2026, yaitu masing-masing mencapai 5,85 miliar dolar AS, 3,82 miliar dolar AS, dan 0,28 miliar dolar AS.

Selain itu, ketiga subsektor ini juga menjadi penopang utama ekonomi kreatif tahun 2025 dengan kontribusi masing-masing sebesar 41,06 persen untuk kuliner, 14,77 persen untuk fesyen dan 10,70 persen untuk kriya.

“Kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan para pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mendukung ekosistem ini, agar kita terus kembali ke akar budaya dan menjaga kearifan lokal turun-temurun,” katanya.

The Local Market ID diselenggarakan rutin setiap akhir pekan pertama setiap bulan sejak 1–2 Agustus 2026 hingga edisi 5–6 September 2026, sebagai pasar kreatif bulanan tanpa tiket masuk yang mengusung kolaborasi heksaheliks antara pemerintah, kurator, penyedia ruang publik dan pejuang ekonomi kreatif.

Program ini diinisiasi PT Ku Ka Aku Suka (The Local Market ID) bersama Kementerian Ekraf dan Creative Event Entertainment (CEE), serta didukung Artha Graha Group, menghadirkan lebih dari 200 tenant terkurasi, mulai dari kuliner, kriya, fesyen, barang antik, lokakarya, hingga pertunjukan musik, sebagai wadah promosi kreativitas sekaligus pelestarian warisan budaya Indonesia.

“Kolaborasi CEE bersama dengan The Local Market ID melalui Pasar Wiwitan SCBD merupakan langkah untuk menghadirkan ruang publik yang menghubungkan komunitas, pelaku kreatif, dan masyarakat, sekaligus memperkuat SCBD sebagai destinasi yang tidak hanya menjadi pusat bisnis, tetapi juga pusat aktivitas kreatif dan budaya,” ujar Direktur CEE, Ananta Pribadi.

Sejumlah tenant dari berbagai subsektor ekraf seperti Allysia, KASI Living, Saiya, Lyka, Habitat Park, dan juga Paviliun Artha Graha Peduli. Salah satu peserta kurasi Open Call Kementerian Ekraf dari jenama Goodthings mengapresiasi The Local Market yang membantu memperluas pasar busana pria dan wanita berunsur wastra Nusantara, seperti cardigan batik dan pakaian etnik modern.

Co-Founders Goodthings, Angela mengatakan saat mengikuti kegiatan pada edisi bulan Agustus, dalam dua hari Goodthings mampu meraih omzet hingga Rp14 juta.

Menurut dia, kegiatan ini memiliki dampak yang besar bagi pelaku ekraf dari segi pengikut di sosial media, meningkatkan repurchase pembeli dan juga memperluas potensi pembeli baru yang datang dari kawasan premium seperti SCBD.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
Luar Negeri
Penjahat Perang Ratko Mladi...
Nasional
Erupsi Menerus Gunung Anak ...
Advertisement
Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma Masih Berstatus Closed hingga 18.00 WIB

Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma Masih Berstatus Closed hingga 18.00 WIB

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.