Gempa Dahsyat M7,7 di Flores NTT Memicu Evakuasi Massal
📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 09:17 WIB | Oleh: Tim PenulisDirektur Gempa dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan pemodelan tsunami menunjukkan potensi tsunami di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.
Peringatan tsunami dikeluarkan untuk gelombang dengan ketinggian antara 0,5 meter hingga tiga meter (1,6 hingga 9,8 kaki), tetapi kemudian dicabut.
"Kami telah mengakhiri (peringatan tsunami) tetapi kami akan terus memantau permukaan laut," kata Wijayanto, yang seperti banyak orang Indonesia, hanya menggunakan satu nama.
Warga di kota Maumere di Pulau Flores sedang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, seperti yang dilihat oleh seorang koresponden AFP.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gambar yang disiarkan di televisi menunjukkan ratusan orang di Kabupaten Nagekeo terdekat mengungsi dari reruntuhan bangunan yang rusak.
Pihak berwenang melaporkan gelombang tsunami setinggi 19 hingga 30 sentimeter telah terdeteksi.
Indonesia sering mengalami gempa bumi karena letaknya di "Cincin Api" Pasifik -- sebuah busur aktivitas seismik intensif yang membentang dari Jepang melalui Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di antara sejarah gempa bumi mematikan di Indonesia terdapat gempa dahsyat berkekuatan 9,1 pada tahun 2004 yang melanda lepas pantai Sumatra, tepatnya wilayah Aceh, dan memicu tsunami yang menewaskan 220.000 orang di seluruh wilayah tersebut, termasuk sekitar 170.000 di Indonesia.
Peristiwa itu dikenal dengan Tragedi Boxing Day, salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah.
Pada tahun 2018, gempa bumi dahsyat mengguncang pulau Lombok dan beberapa gempa susulan terjadi selama beberapa minggu berikutnya, menewaskan lebih dari 550 orang di pulau wisata tersebut dan pulau tetangganya, Sumbawa.
Kemudian pada tahun yang sama, gempa bumi berkekuatan 7,5 dan tsunami yang menyusul di Palu, Sulawesi, menyebabkan lebih dari 4.300 orang tewas atau hilang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!