Harga Obat Bisa Turun Jika RI Produksi Bahan Baku Sendiri, DPR: Investasi Jangan Setengah Hati!
📅 Sabtu, 11 Jul 2026, 20:05 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Rizal Bawazier mendorong penguatan dukungan investasi bagi pengembangan industri bahan baku obat dalam negeri. Ia menilai investasi yang memadai menjadi kunci agar Indonesia mampu memproduksi bahan baku obat secara mandiri dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI ke industri farmasi BUMN di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (10/7). Persoalan bahan baku obat menjadi sorotan mengingat sebagian besar kebutuhan masih dipenuhi melalui impor, terutama dari Tiongkok dan India.
Rizal menilai kekayaan bahan mentah di dalam negeri semestinya dapat diolah menjadi bahan baku obat. Ia menekankan bahwa pengembangan kapasitas produksi bahan baku ini menuntut komitmen investasi yang berkelanjutan, dan tidak semata-mata diukur dari perolehan keuntungan jangka pendek.
"Dalam perusahaan-perusahaan BUMN banyak sekali, untuk Bio Farma ini jangan ditargetkan profit. Tapi yang penting adalah bagaimana kita bisa membuat bahan baku sendiri gitu. Sebenarnya kalau bahan mentahnya, itu banyak di Indonesia. Cuman untuk memproses jadi bahan baku, kita rata-rata impor dari Cina, India. Kan sayang," ujar Rizal dikutip dari laman resmi DPR RI.
Ia mengapresiasi langkah Kimia Farma yang mulai membangun fasilitas produksi bahan baku obat. Menurutnya, inisiatif tersebut perlu didukung penuh melalui pengelolaan investasi, khususnya oleh Danantara, agar kapasitas produksi dalam negeri dapat terus diperluas.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jangan khawatir memberikan investasi yang besar untuk pabrik bahan baku obat. Kalau baru satu, kalau perlu lima kita bikin. Jadi Indonesia itu jadi nggak banyak impor," tegasnya.
Politisi Fraksi PKS tersebut menekankan bahwa dukungan investasi di sektor bahan baku obat merupakan langkah strategis untuk menekan ketergantungan impor. Ia optimistis dengan sinergi antara Danantara dan Kementerian BUMN, kemandirian industri farmasi nasional dapat terwujud.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!