Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berita Duka! BNPB Sebut Dua Meninggal Dunia Akibat Gempa Nagekeo NTT

📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 08:44 WIB | Oleh:
Berita Duka! BNPB Sebut Dua Meninggal Dunia Akibat Gempa Nagekeo NTT Doc: Antara foto/Ho-Tangkapan layar
Ket. Salah satu gedung di Maumere yang ambruk akibat gempa di Mbay Nagakeo.

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa hingga Sabtu pagi ini, dua orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa dua korban jiwa tersebut tercatat di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka.

"Berdasarkan laporan pendahuluan, peristiwa gempa bumi berdampak di wilayah Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, yaitu satu laki-laki dan satu perempuan, serta satu orang mengalami luka-luka," kata dia.

Dia menjelaskan gempa tektonik berkedalaman 15 kilometer tersebut berpusat di laut pada jarak 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada Sabtu pukul 04.58 WIB.

Guncangan kuat dirasakan selama kurang lebih satu menit di Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, hingga menyebar ke Bima (NTB) dan sejumlah wilayah Sulawesi Selatan seperti Jeneponto, Kepulauan Selayar, serta Maros.

Merespons potensi ancaman serta peringatan dini tsunami dari BMKG, menurut dia BPBD setempat bersama tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI, dan Polri langsung mengarahkan evakuasi warga di kawasan pesisir serta melakukan penanganan medis terhadap para korban.

Berton menambahkan bahwa pascagempa utama tercatat beberapa kali gempa susulan, di antaranya bermagnitudo 6,2 pada pukul 05.13 WIB dan 6,2 pada pukul 05.28 WIB.

Akibat gempa ini sempat dilaporkan berpotensi tsunami di NTT, NTB, Sulawesi Selatan namun peringatan dini tsunami itu sudah dicabut oleh BMKG pukul 07.30 WIB.

Meski demikian, BNPB mengimbau masyarakat, khususnya di kawasan pesisir, untuk tetap tenang, menjauhi bangunan retak atau rusak, serta selalu mengikuti instruksi evakuasi dari petugas resmi di lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.