Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belajar dari Jepang, Makan Siang Sekolah Bergizi yang Sukses Cetak Generasi Unggul

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Belajar dari Jepang, Makan Siang Sekolah Bergizi yang Sukses Cetak Generasi Unggul Doc: istimewa

Logistik Pangan - Jangan Jadikan Rakyat Minta-minta untuk Makan

Program Makan Siang Sekolah Bergizi tidak hanya memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang sehat dan seimbang, tetapi juga menanamkan disiplin dan hidup sehat sejak dini.

BERGEN, NORWEGIA – Program Makan Siang Sekolah Bergizi atau yang di Indonesia dikenal dengan sebutan makan bergizi gratis, menjadi salah satu kebijakan yang menuai pro dan kontra.

Program ini bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi siswa dan kelompok rentan untuk menekan stunting dan meningkatkan kualitas SDM.

Namun, pelaksanaannya dipersoalkan karena anggaran besar, kesiapan infrastruktur dan distribusi yang belum merata, kualitas serta keamanan makanan, hingga ketepatan sasaran penerima manfaat yang dinilai belum optimal.

Di tengah polemik tersebut, studi terbaru dari peneliti Universitas Bergen, Norwegia, Nathan Hopson, mengenai program makan siang sekolah bergizi di Jepang, kyushoku (Nutritional School Lunch) menjadi perhatian.

Penelitian yang dipublikasikan melalui Taylor and Francis itu mengungkap keberhasilan Jepang membangun sistem makan siang sekolah yang bukan hanya fokus pada nutrisi, tetapi juga pendidikan karakter, disiplin, kebersihan, dan tanggung jawab sosial.

Hopson menjelaskan bahwa sejak dikodifikasi dalam Undang-Undang Makan Siang Sekolah tahun 1954, program tersebut memiliki mandat ganda, yakni menyediakan nutrisi yang tepat sekaligus membentuk kebiasaan makan sehat dan karakter siswa.

“Melalui ritual harian yang terstruktur, terpadu, dan partisipatif, termasuk penyajian dan pembersihan, anak-anak belajar kebersihan, kerja tim, tanggung jawab, dan banyak lagi,” tulis Hopson dalam studinya.

Program makan siang sekolah bergizi di Jepang saat ini menjangkau lebih dari 99 persen siswa sekolah dasar negeri dan hampir 92 persen siswa sekolah menengah pertama.

Siswa dan guru makan bersama di kelas dengan menu yang sama, berasal dari produk lokal (shokuiku) untuk memperkuat solidaritas sosial dan kedisiplinan.

Dalam praktiknya, siswa dilibatkan langsung dalam distribusi makanan, membersihkan peralatan makan, hingga menjaga kebersihan ruang kelas.

Menurut Hopson, pengalaman kolektif tersebut membentuk kebiasaan hidup sehat dan rasa tanggung jawab sosial sejak dini.

“Watak generasi Jepang telah dibentuk oleh pelajaran tentang tanggung jawab pribadi dan bersama, disiplin dan kebersihan, serta makanan dan nutrisi,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.