Gerhana Matahari Total Kembali Terlihat di Spanyol Setelah Seabad
📅 Jumat, 14 Agu 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiBURGOS - Siang hari berubah sejenak menjadi malam di Spanyol pada Rabu (12/8), ketika negara itu menyaksikan gerhana matahari total pertama dalam lebih dari satu abad. Fenomena langka tersebut membuat sejumlah wilayah diliputi kegelapan dan memukau ribuan orang yang menyaksikannya.
Cahaya samar dari korona luar Matahari terlihat berkilauan di tepian Bulan yang menutupi Matahari. Pemandangan itu disambut sorak-sorai dan decak kagum dari kerumunan besar, hanya sekitar 90 menit setelah gerhana pertama kali terlihat di wilayah Arktik terpencil di Rusia utara.
“Ini adalah pemandangan yang tidak pernah saya bayangkan akan bisa saya lihat,” kata Isabel Troyano, perempuan 56 tahun yang menyaksikan gerhana bersama putranya di Tarragona, pesisir Mediterania Spanyol.
“Saya sampai merinding,” ujarnya kepada AFP.
Alejandro Cuesta, peneliti nanoteknologi berusia 30 tahun, menyebut fenomena tersebut “luar biasa”.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya hampir menangis. Seluruh tubuh saya merinding,” katanya.
“Itu sangat megah... hal terindah yang pernah saya lihat sepanjang hidup saya.”
Gerhana tersebut merupakan gerhana matahari total pertama yang terlihat di daratan Eropa sejak 2006. Bayangan Bulan bergerak melintasi sebagian wilayah Greenland sebelum melaju ke selatan menuju Keflavik, sekitar 50 kilometer dari Reykjavik, ibu kota Islandia, kemudian melintasi Samudra Atlantik menuju Spanyol bagian utara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Reykjavik sendiri terakhir kali mengalami gerhana matahari total pada 1433. Gerhana serupa baru akan kembali terlihat di kota tersebut pada 2196.
Di Spanyol, bayangan Bulan bergerak secara diagonal melalui jalur sempit dari pesisir utara menuju Kepulauan Balearic. Wisatawan dan warga setempat berkumpul di pantai untuk menyaksikan fenomena tersebut. Banyak di antara mereka mengenakan pakaian renang dan menggunakan kacamata pelindung khusus.
Permintaan terhadap kacamata khusus untuk melihat gerhana juga meningkat tajam. Gerhana sebagian terlihat di berbagai wilayah Eropa, Kanada, Amerika Serikat bagian utara, dan Afrika barat laut.
Di puncak Pic du Midi, Pegunungan Pyrenees, Prancis, awan tebal terbelah beberapa menit sebelum gerhana berlangsung sehingga pengunjung dapat menyaksikan fenomena tersebut. Kerumunan juga berkumpul di London, Paris, dan berbagai kota lain di Eropa.
Singkat dan Langka
Sepanjang sejarah manusia, gerhana matahari selalu memunculkan rasa kagum, ketakutan, dan penghormatan karena fenomena tersebut seolah menghentikan sementara siklus alam yang normal.
Bayangan gelap atau umbra yang terbentuk akibat posisi Matahari dan Bulan yang sejajar menciptakan suasana senja yang tidak biasa. Suhu udara dapat turun, bayangan benda terlihat dari sudut yang berbeda, sementara sejumlah hewan mulai beristirahat seolah malam telah tiba.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!