Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sound Horeg Tuai Sorotan, Fadli Zon Minta Keamanan Penonton Jadi Prioritas

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 05:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sound Horeg Tuai Sorotan, Fadli Zon Minta Keamanan Penonton Jadi Prioritas Doc: Antara
Ket. Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat ditemui di Jakarta, Selasa (29/9).

Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari ekspresi budaya dan melibatkan penggunaan sound horeg harus mengutamakan aspek keamanan serta saling menghormati.

"Menurut saya tetap harus menjaga ya. Pertama ekspresi budaya, kegiatan budaya dan lain-lain itu apalagi melibatkan banyak orang tetap harus menghormati dan jangan sampai menimbulkan korban-korban fisik," kata Fadli dalam sesi wawancara cegat di Jakarta, Selasa (29/9).

Pernyataan tersebut disampaikan Fadli terkait kegiatan sound horeg pada Agustus 2026 yang diduga mengakibatkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Ia menyerukan panitia penyelenggara agar memperhatikan berbagai aspek dalam pelaksanaan kegiatan, termasuk keselamatan penonton dan kru.

"Sound horeg itu kan harus tetap panitia bertanggung jawab," tambahnya.

Meski demikian, Fadli mengakui aktivitas sound horeg juga mampu menghadirkan dampak ekonomi kerakyatan sekaligus menjadi bagian dari ekspresi dan perayaan budaya masyarakat.

"Perlu diadaptasi masukan-masukan atau kritik-kritik," katanya.

Sebelumnya, pada Agustus 2026 tercatat tiga orang di Jawa Timur meninggal dunia dalam insiden yang diduga berkaitan dengan kegiatan sound horeg.

Salah satu korban, SN (29), yang merupakan kru, meninggal dunia setelah tertidur di atas truk pengangkut sound horeg yang sedang melaju. Korban tewas setelah kepalanya terbentur gapura di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Jember, pada 2 Agustus.

Insiden lainnya menewaskan Bonari (44), yang mengalami serangan jantung saat berjalan kaki mengikuti karnaval sound horeg di Banyuwangi pada 23 Agustus. Korban diduga mengonsumsi minuman beralkohol sebelum karnaval dimulai.

Korban ketiga adalah Slamet Timbang (57) yang meninggal dunia di wilayah Jombang. Slamet tertimpa kanopi dan tembok saat mengantar istrinya ke apotek di tengah kemeriahan karnaval parade sound horeg di Desa Wringinagung, Jombang.

Saat kejadian, tembok bangunan beserta kanopi tiba-tiba ambruk dan menimpa korban hingga meninggal dunia di lokasi.

Sementara itu, Budayawan Jawa Timur Yopi Setyo Hadi mengusulkan agar Pemerintah Pusat turut menangani dampak negatif yang ditimbulkan dari atraksi sound horeg.

Pegiat sejarah dan budaya dari Boemi Poeger Jember itu mengatakan Pemerintah Pusat perlu turun tangan melampaui kewenangan pemerintah daerah melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.